Beranda Olahraga All Sport

Laga Penuh Emosi

BERBAGI
BERSAING: Center Cleveland Cavaliers Tristan Thompson (13) dan forward Golden State Warriors Draymond Green (23), bersaing saat akan melakukan rebound dalam final NBA di Oracle Arena, kemarin.

OAKLAND–RADAR BOGOR,NBA Finals 2017-2018 kembali mempertemukan dua finalis dalam empat tahun sebelumnya secara beruntun, Golden State Warriors melawan Cleveland Cavaliers. Sebuah partai final yang penuh emosi dan tensi. Terutama di pihak Cavaliers yang musim lalu dipaksa mengakui keunggulan Warriors.

Sejak kuarter pertama, Cavaliers tampil ofensif dengan mengan­dalkan bintang mereka LeBron James. Menurunkan starter James, Kevin Love, Tristan Thompson, George Hill, dan JR Smith, tim tamu banyak melakukan drive yang sukses meraih poin.

Hal ini direspons balik oleh Warriors dengan melakukan banyak usaha tembakan tiga angka. Gaya dan strategi khas Warriors ini mampu me­ngimbangi determinasi Cavaliers. Hingga paruh pertama selesai dimainkan, kedua tim sama-sama meraih 56 poin.

Memasuki kuarter ketiga, peran LeBron makin terlihat bagi Cavaliers. Tak hanya menggeser posisi Hill sebagai point guard, LeBron pun menjadi pencetak poin terbanyak bagi Cavaliers. Bahkan menjadi pemain dengan poin terbanyak di game pertama ini.

Ketegangan makin meningkat di kuarter keempat. Terutama di menit-menit akhir saat terjadi saling susul menyusul poin. Kondisi makin panas di sisa 36 detik saat bintang Warriors, Kevin Durant dianggap melakukan offensive foul dalam kedudukan 102-104 bagi tuan rumah.

Namun dari hasil penelaahan wasit lebih lanjut, justru LeBron yang dianggap melakukan illegal guarding. Hal ini dipastikan dalam tayangan rekaman video yang dilakukan dalam berbagai sudut. Dua tembakan Durant sukses masuk dan membuat poin menjadi kembali imbang.

Di 25 detik terakhir, giliran Stephen Curry mampu melakukan drive yang mem­buat dirinya bisa mendapatkan three point play. Warriors berbalik unggul 107-106.
Tristan Thompson mendapat foul di sisa 4,6 detik dan dihadiahi dua tembakan. Tembakan pertamanya berhasil masuk namun tembakan kedua gagal. Laga pun harus diakhiri dengan overtime.

Warriors tampil lebih baik di babak overtime. Dari tiga kesempatan yang didapat semuanya berakhir dengan poin. Sementara Cleveland justru gagal meraih poin dari tiga kesempatan. Tuan rumah kini unggul dengan 7 poin di separuh babak overtime.

Menyikapi kondisi tersebut, Cavaliers menerapkan strategi khusus. Namun, strategi one man show yang diterapkan Cleveland berbuah buruk. LeBron yang diandalkan justru gagal meraih poin dari beberapa usahanya, kecuali dua poin dari free throw.

Insiden sempat terjadi di sisa waktu 2,6 detik. Tristan Thompson dianggap melakukan pelanggaran yang membuatnya harus keluar lapangan. Kondisi ini dipanaskan oleh provokasi AC Green yang membuat Thompson tak bisa mengontrol emosi memukulkan bola ke wajah Green.

Durant kembali berhasil menambah poin dari free throw bagi Warriors. Game pertama ini pun berakhir dengan kemenangan bagi Golden State Warriors dengan skor 124-114.

Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi LeBron. Pasalnya, dia mampu memecahkan rekor Carrier High miliknya sendiri. Poin tertinggi LeBron sebelumnya adalah 44, yang dipecahkan di game pertama ini menjadi 51. Tapi masih belum cukup untuk memberi kemenangan bagi Cavaliers.

Laga kedua masih akan dilang­sungkan di Oracle Arena pada Senin (4/6).

Dengan hasil di game pertama, game kemungkinan besar bakal tak kalah panas. Game kedua ditayang­kan di jam yang sama, pukul 08.00 WIB. (adw/JPC)

Komentar Anda

Baca Juga