Beranda Radar Ramadan Hikmah Ramadan

Diijabahnya Doa Orang Berpuasa

BERBAGI

Perintah berdoa terdapat dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 186. Artinya: “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya aku adalah dekat.

Aku perkenankan permohonan orang yang memohon, apa bila dia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka sambut seruan-Ku, dan hendaklah mereka percaya kepada-Ku supaya mereka beroleh kecerdikan”.

Alquran surah Al-Baqarah ayat 186 menjelaskan tentang perintah berdoa. Ayat ini diapit dan tidak terpisah di antara ayat-ayat yang menjelaskan puasa, yaitu:
ayat 183,184,185 yang menjelaskan puasa sebelumnya, dan ayat 187 sesudahnya, yang menjadi intisarinya ibadah puasa. Bahkan, latihan yang berhasil dari orang berpuasa terhadap jiwanya sendiri menyebabkan dia dekat kepada Allah, dan orang dekat dengan Allah doanya mudah dikabulkan.

Doa orang yang sedang berpuasa itu lebih dekat dan dikabulkan Allah SWT, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud at-Thayalisi dalam musnadnya, diterima dari Abdullah bin Umar. Beliau berkata: “Aku dengar Rasulullah SAW bersabda: “Lishaimi inda iftharihi da’watun mustajabatatun”. Artinya bagi orang yang berpuasa itu, seketika Dia berbuka adalah doa yang mustajab.

Bulan Ramadan adalah bulan puasa, bulan yang penuh dengan kebajikan, bulan ibadah, membaca Alquran, salat dan berdoa. Sungguh amatlah penting, bahkan menjadi otaknya ibadah.

Bukan hanya untuk diri sendiri melainkan untuk keselamatan kehidupan bangsa dan negara di masa akan dating. Terlebih, situasi dan kondisi bangsa kita saat ini kian sanget memprihatinkan.

Persoalan bangsa saat ini amatlah rumit dan itu tidak mungkin dapat kita selesaikan hanya menggunakan rasio atau teori saja. Peran doa amatlah penting, seperti halnya para nabi dan rasul terdahulu dalam membangun umatnya untuk keselamatan di masa akan datang.

Di bulan penuh rahmat, kasih sayang dan ampunan Allah SWT, marilah kita perbanyak doa untuk keselamatan bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Semoga Allah menebar rahman dan rahimnya, menjadikan Indonesia negeri yang aman, sentosa, baldatun toyyibatun warobbun ghagur amin ya Allah ya robbal a’lamin.
Supaya doa kita dikabulkan Allah SWT. Ada beberapa cara yang harus dilakukan:
Pertama. Mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena Allah dekat dengan kita bahkan lebih dekat dari urat leher kita sendiri. Maka munajatlah langsung tanpa melalui perantara yang lain kepada Allah SWT. Terutama pada saat hendak berbuka dan di waktu sahur. Insya Allah tidak ada daun yang jatuh ke muka bumi kecuali Allah maha mengetahui.

Kedua, mengabulkan permohonan Allah. Segala apa yang diinginkan manusia, Allah akan mengabulkannya. Dengan syarat kabulkan dulu permohonan-Nya dengan melaksa­nakan segala yang diperintahkan-Nya dan menjauhi dari segala yang dilarang-Nya.

Dalam hadits yang diriwayatkan Buchari dari Said al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda; “Tidak mendoa muslim dengan satu doa, yang doa itu tidak dicampuri maksud jahat (dosa) atau memutuskan silaturahim, melainkan pastilah doa itu akan dikabulkan Allah dengan menempuh satu dari tiga cara. Adakalanya doa itu diperkenankan dengan cepat, adakalanya disimpan dulu untuk persediaan di akherat, dan adakalanya dipalingkan daripadanya kejahatan yang serupa”.

Ketiga. Iman dan yakin kepada Allah SWT. Dalam mengerjakan puasa di bulan Ramadan, kita dilatih memperbanyak amalan ibadah dan berdoa. Hal ini akan menambah makrifat tentang Allah dan akan tertanam rasa ikhlas, tawakal, ridha, menyerahkan diri secara totalitas kepada Allah SWT.

Jika keyakinan iman ini sudah kuat, terpatri dalam jiwa, insya Allah, Allah akan menolong dan mengabulkan permintaan kita semua. Amin ya Allah ya robbal a’lamin wallahua’lam bisawab.(*)

Komentar Anda

Baca Juga