Beranda Radar Ramadan Hikmah Ramadan

Proses ke Arah Lebih Baik

BERBAGI

PUASA sebagai bentuk proses menjadikan diri lebih baik, dan juga sebagai peningkatan derajat setiap manusia. Hikmah puasa sebagaimana pahala yang dilipat-gandakan.

Di bulan suci Ramadan segala sesuatu yang ber­­kaitan dengan ibadah atau aktivitas lainnya, di mata Allah SWT memiliki nilai pahala yang berlebih. Seperti halnya salat sunah, pahala­nya akan terhitung menjadi pahala wajib.

Termasuk amalan saleh lainnya, bahkan tidur pun dinilai menjadi sebuah ibadah, napasnya dihitung menjadi sebuah tasbih, dan kemudian perilaku dan aktivitasnya dihitung menjadi sebuah zikir.

Nilai-nilai pahala tersebut tidak ada di bulan-bulan lain. Selain itu, di bulan Ramadan juga sebagai melatih konsistensi diri. Dalam artian, konsisten menjalani ibadah puasa dan menjalani berbagai aktivitas yang berhubungan dengan Ramadan.

Seperti halnya puasa, kalau puasa 29 atau 30 hari ya puasa terus selama yang ditentukan tersebut. Dilatih untuk mela­­kukan ibadah yang konsisten, dalam arti adalah menjalankan takwa.

Bahkan, Allah SWT telah mengecualikan puasa dari semua amal kebaikan yang berlipat-ganda pahalanya semua amal kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh hingga ratusan lipat.

Kemuliaan waktu pelaksanaan seperti bulan Ramadan sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah. Nabi Muhammad SAW bersabda; barang siapa melakukan satu ibadah sunah pada bulan Ramadan maka ia seperti orang yang melaksanakan ibadah wajib pada selain bulan Ramadan.

Dan barang siapa melak­­sanakan ibadah wajib pada bulan Ramadan maka ia seperti orang yang melak­sanakan 70 ibadah wajib pada selain bulan Ramadan.

Bahkan, di bulan puasa, pelipatgandaan pahalanya tidak hanya sebatas bilangan, tetapi Allah SWT akan melipatgandakan pahalanya dengan kelipatan yang tak terhingga. Tingkatan orang yang ber­puasa ada dua, orang yang ber­puasa pertama adalah orang yang me­ning­gal­kan maka­nan minuman dan syah­watnya karena Allah SWT, dan ia mengharapkan balasan surga.

Kedua adalah orang yang berpuasa di dunia dan hanya menfokuskan seluruh aktivitas lahir dan batinnya hanya untuk Allah SWT semata. Ia dapat menjaga pikiran, perut dan selalu ingat mati dan ancaman Allah SWT.

Komentar Anda

Baca Juga