Beranda Radar Ramadan

Dua Santri Akselerasi Tahfiz Berprestasi Berbagi Trik Menghafal

BERBAGI
Foto : Ponpes For Radar Bogor
PRESTASI: Mantan menteri Mustafa Abu Bakar memberikan penghargaan kepada Sofyan dan Sukri sebagai juara tahfizh.

Sofyan (16), santri asal Kepulauan Meuranti-Riau itu menjadi santri kebanggaan Ponpes Hidayatullah. Setelah mengikuti kelas akselerasi tahfiz Alquran, dalam waktu tiga bulan ia mampu menghafal 21 juz.

”Malah saya ingin khatamkan hafalan saya 30 juz di Ramadan ini. Saya optimis bisa merampungkannya,” ucapnya saat ditemui Radar Bogor di sela-sela waktu menghafalnya.

Selain Sofyan, ada juga Sukri Irawan (16) santri asal Kepulauan Meuranti-Riau. Dalam waktu tiga bulan, ia bisa menghafal hampir 19 juz. Ia juga mengaku optimis mampu merampungkan hafalannya selama Ramadan.

Dua santri sedaerah itu ternyata pernah ikut salah satu lomba qori dan tahfizh tingkat nasional. Keduanya mampu menyabet juara I dan II. Kepada Radar Bogor, mereka membocorkan rahasia di balik kesuksesannya menghafal Alquran.

”Saya mengutamakan hafalan sebelum Subuh. Di waktu itu otak dan pikiran saya masih jernih. Jadi saya habiskan sepertiga malam terakhir saya untuk menghafal Alquran,” beber Sukri kepada koran ini.

Sofyan pun punya cara lain. Ia mengaku rela mengorbankan waktu bermainnya hanya demi menambah lembar demi lembar hafalannya. Dari hati yang paling dalam, kata Sofyan, sebenarnya ia ingin sekali bermain seperti teman-teman yang lain.

”Tapi saya ingat orang tua saya, sudah jauh-jauh menitipkan saya di sini untuk jadi orang sukses. Karena ibu dan bapak saya termotivasi untuk menghafal. Saya ingin jadi hafizh. Ini persembahan terbaik saya untuk orang tua. Saya tidak akan sia-siakan itu,” sambungnya.

Sukri dan Sofyan hanya dua ikon di antara ratusan santri di Pondok Pesantren Hidayatullah. Sang Khadim Ma`had, Ust. Hanafi menuturkan komitmennya untuk mendedikasikan pesantren yang ia pimpin demi lahirnya generasi rabbani dan qurani.(cr3/c)

Komentar Anda

Baca Juga