Beranda Radar Ramadan

Dari Keinginan Menghidupkan Masjid

KEBERSAMAAN: Para santriwati saat makan berjamaah di atas daun pisang. Kegiatan ini menjadi tradisi unik di Ponpes Al-Munawwir.

Pesantren ini dibangun d KH. Munawwar ZA, yang sampai saat ini sudah me­miliki sekitar 150 santri. Berlokasi di Jalan Koramil Km 01 Rt 03/08 Su­mur­wangi, Kelurahan Kayumanis, Tanah Sareal, Kota Bogor. Pak Kiai mendirikan pesantren ini dengan penuh perjuangan yang sungguh luar biasa.

”Karena dasar awal berdiri pesantren ini sebelumnya bukan dari tanah yang sekarang diba­ngun, namun dari masjid yang berada di lingkungan pesantren,” beber pengajar Ponpes Al-Munawwir, Mu’min.

Sambungnya, di samping masjid terdapat rumah. Nah, di situlah awalnya berdiri pesantren salafi ini. Saat itu, santri tinggal di rumah tersebut. ”Kalau yang sekarang kan pesan­tren ru­mah tahfiz. Se­be­lum pesantren berdiri, warga sekitar memberi fasilitas rumah untuk kegiatan kiai dan santrinya.

”Memang Pak Kiai ini asal muasalnya bisa mendirikan pesantren di wilayah ini dari panggilan ngaji. Seperti ngaji kori, dipanggil ke masjid ini, setelah beres pengajian, ada warga yang bernama H. Idah, orang yang disegani di sini, seorang preman yang bertaubat dan didukung dengan materi mencukupi, ia pula yang memiliki masjid sekitar pesantren ini,” bebernya.

Jadi, lanjut Mu’min, H. Idah memin­ta Pak Kiai untuk menghidupkan masjid tersebut. ”Untuk sementara, kalau memang ada santri, pakai saja rumah yang ada di sebelah masjid untuk fasilitas. Setelah dipikir-pikir, akhirnya Pak Kiai mencobanya, cukup lama tinggal di sana sekitar lima tahun,” kenangnya.

Setelah itu, Pak Kiai yang memiliki kelebihan dengan ilmunya tersebut, semacam syariat untuk menyebuh­kan seseorang, mulailah orang warga berdatangan dan membantu niat Pak Kiai membangun pesantren yang lebih layak.

”Alhamdulillah sedikit demi sedikit membeli tanah di lahan yang sekarang, tidak langsung pembangunan,” tandasnya.(cr4/c)

Baca Juga