Beranda Radar Ramadan

Ponpes As-Salam Riyadhul Jannah, Pesantren Jamur Tiram

BUDIDAYA: Santri tengah mengontrol perkembangan jamur tiram yang dibudidayakan di Ponpes As-Salam.

As-Salam Riyadhul Jannah tidak hanya sibuk dalam bidang pendidikan keagamaan. Pesantren ini juga dikenal sebagai pembudidaya inti plasma atau yang populer disebut jamur tiram.

Putri Intan Soleha Siregar, salah satu guru yang tengah mengikuti program pengabdian mengatakan, mimpi pendiri Pesantren As-Salam tidak hanya ingin mendidik para santri mandiri dalam hal keilmuan.

“Beliau juga sering ingatkan kami agar mandiri dalam hal ekonomi. Salah satunya melalui usaha budidaya jamur tiram. Dan ini sudah populer di kalangan masyarakat sini,” ujarnya kepada Radar Bogor sebelum berbuka puasa.

Di sisi lain, Sayuti (42) salah satu tenaga usaha Ponpes As-Salam Riyad­hul Jannah mengatakan, budidaya jamur tiram sudah berjalan sejak 12 tahun lalu. “Alhamduillah, prospeknya sangat bagus.

BUDIDAYA: Santri tengah mengontrol perkembangan jamur tiram yang dibudidayakan di Ponpes As-Salam.

Sehari minimalnya bisa terjual 20 kg. Kalau lagi panen bahkan bisa lebih. Pak Kiai ingin, hasil keuntungan budidaya ini, selain menyejahterakan tenaga usahanya, juga bisa membantu biaya operasional pesantren,” papar Sayuti.

Ia juga menungkapkan, dari sisi pema­sarannya budidaya jamur tiram di As-Salam sudah dikenal ke daerah-daerah sekitar. Misalnya Ciseeng, Kemang, Parung, bahkan ke Tangerang.

“Ada juga yang datang dan beli dalam jumlah satuan ke sini. Misalnya para penjual kuliner jamur krispi. Mereka datang setiap hari ke sini. Bahkan, pesantren ini pun menjual sate jamur tiram di kantin pesantren. Rasanya enak sekali. Orang tua santri juga banyak yang mau beli,” kata Sayuti.

Banyak calon pengusaha jamur tiram dari berbagai daerah, kata Sayuti, yang belajar tentang inti plasma dari Pesantren As-Salam. “Dari mahasiswa juga pernah ada ke sini. Silakan kalau mau belajar pengalaman jamur tiram. Kami terbuka kok,” ungkapnya.

Sayuti sangat berpegang kepada titah-titah pimpinan pesantren, melalui usaha budidaya inti plasma jamur tiram, para santri harus punya bekal ekonomi saat kembali ke masyarakat. Salah satunya, kata Sayuti, dengan usaha jamur tiram. (cr3/c)

Baca Juga