Beranda Metropolis

Masuk Pasar Dipungut Rp22 Ribu

BERBAGI
PROTES: Para sopir yang menyalurkan distribusi sayur ke Pasar Induk Kemang melakukan aksi unjuk rasa di depan Pasar Induk Kemang, Jalan Sholeh Iskandar, kemarin (24/5).

BOGOR–RADAR BOGOR,Kisruh pengelolaan Pasar Induk Kemang semakin memanas. Kemarin (24/5) puluhan sopir yang memasok sayuran ke Pasar Induk Kemang melakukan aksi protes.

Mereka tidak terima harus membayar biaya kendaraan yang masuk ke pasar sebesar Rp22.000. Biaya itu merupakan akumulasi dari biaya masuk parkir Rp8.000, biaya loading (bongkar muat) sayuran Rp4.000, dan biaya keluar kendaraan Rp8.000.

Perwakilan sopir, Amarudin (48) menuturkan, pungutan tersebut terjadi lantaran ada dua pengelola Pasar Induk Kemang, yakni PT Galvindo Ampuh dan PD-Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ). Dualisme kepengurusan ini menyebabkan terjadinya dua kali pungutan.

“Jadi, dua-duanya mengutip parkiran. Ini sangat merugikan kami,” ujarnya di sela-sela aksi.

Senada diungkapkan Rahmat (43). Dia yang setiap hari mengantarkan sayuran ke Pasar Induk Kemang, sangat dirugikan dengan adanya pungutan tersebut.

Apalagi, pungutan ini sudah hampir sebulan berjalan dan belum ada jalan keluarnya.

“Makanya, kami terpaksa demo. Kami ingin aturan-aturan ini dibenahi oleh pengelola,” tegasnya.

Rahmat mengancam, jika tuntutan mereka tetap tak digubris pengelola ataupun pemerintah, maka aksi demonstrasi susulan segera disiapkan. Baca selengkapnya di Epaper Radar Bogor hari ini (cr3/fik/c)

Komentar Anda

Baca Juga