Beranda Radar Ramadan

Sang Pendiri Dikenal Ahli Astronomi

BERBAGI
KUASAI FALAK: Pendiri Ponpes Al Falak (alm) KH Tb Muhammad Falak Abbas (foto tengah) disegani ulama hingga kini.

Pondok Pesantren Al-Falak terletak di Pagentongan, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Pondok pesantren ini berdiri sejak 1901 oleh Almaghfurlah KH Tb Muhammad Falak Abbas atau biasa dikenal dengan Abah Falak, yang lahir pada 1842 di Sabi, Pandeglang, Banten.

Menurut sejarah keluarga, KH Tb Muhammad Falak Abbas hijrah dari Sabi Pandeglang ke Pagentongan sekitar 1878, kemudian bermukim di Pagentongan. Selanjutnya Abah Falak menikah dengan seorang putri Pagentongan yang bernama Siti Fatmah, dan mempunyai seorang putra tunggal bernama Tb Muhammad Thohir Falak, atau lebih dikenal dengan sebutan Bapak Aceng.

Karena saat itu, berdirinya sebuah pesantren selalu seiring dengan seorang tokoh ulama yang mulai berdakwah di daerah tempat tinggal dan sekitarnya.

Salah satu cucu dari Abah Falak, Tubagus Rahmatullah mencerita­kan keistimewaan lain dari Abah Falak. Bahwa setiap menjelang Ramadan, Syeikh Afandi Turki yang merupakan salah satu guru Abah Falak, selalu mendatangi Pagentongan karena Abah Falak memiliki keilmuan di bidang astronomi.

Tentu saja, kunju­ngannya itu untuk menentukan hilal melalui Menteri Agama pada saat itu. “Untuk menentukan hilal dari Abah,” bebernya. Begitulah salah satu jasa beliau pada masa hidup. Karena keahliannya di bidang astronomi, dapat menentukan hilal, kiblat, dan waktu salat.

Masih kata Rahmatullah, pendirian Pesantren Al-Falak merupakan perwujudan akhlak yang ditunjukkan Abah Falak sebagai seorang ulama yang mengalami perjalanan intelektual dan spiritual yang panjang di Timur Tengah, untuk memberikan pendidikan dan pengajaran kepada masyarakat serta memberikan penerangan bagi umat dalam hal keislaman.

“Begitu banyak kalangan yang datang kepada beliau untuk menjadikan dirinya sebagai guru yang dipandang memiliki kedalaman dan keluasan ilmu pengetahuan agama Islam,” tuturnya.

Banyak pula santri yang mendapatkan bimbingan menjadi kiai, tokoh agama yang merupakan pendiri/pemimpin pondok pesantren dan majelis taklim serta guru-guru agama Islam yang tersebar di berbagai pelosok di Indonesia dan mancanegara.

Bahkan, banyak pula santri beliau yang menjadi birokrat dan politisi di Indonesia. Bangunan pesantren merupakan bantuan dari keluarga, donatur serta pemerintah.

Pengajarnya ada 150 orang, dari alumni juga keluarga. Masyarakat dari berbagai daerah pun selalu datang untuk ziarah ke makam Abah Falak setiap hari dan setiap saat.(cr4/c)

Komentar Anda

Baca Juga