Beranda Radar Ramadan

Ponpes Al Falak di Pagentongan Kota Bogor, Santri Tekuni Warisan Ilmu Falak

BERBAGI
TAMPIL: Para santriwan dan santriwati saat mengisi salah satu kegiatan keagamaan di Pesantren Al Falak.

Mempelajari hal-hal berbau agama bukan sesuatu yang aneh di sebuah pesantren. Begitu pula di Pondok Pesantren Al Falak, yang didirikan (alm)
KH Tb Muhammad Falak Abbas di Pagentongan, Loji, Bogor Barat, Kota Bogor.

Tak hanya Ramadan, di hari-hari biasa pun para santri selalu bergelut de­­ngan aktivitas religius. Apalagi di bulan Ramadan, kultur atau kebiasaan terse­but sudah bertahun-tahun dilaku­kan.

Mulai dari pengajian subuh, sekolah, pengajian menunggu berbuka puasa hingga salat Tarawih berjamaah, dan tentunya tadarus Alquran.

Menurut salah satu cucu Abah Al Falak, Tb Rahmatullah, budaya pesantren di Pagentongan saat Ramadan masih sama seperti Ramadan-Ramadan sebelumnya.

Dengan tetap mengisi pengajian rutin setiap malam, ditambah dengan banyak kegiatan yang bermanfaat dan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. “Kegiatan bermula dari sahur sampai subuh diadakan pengajian. Lalu aktivitas santri untuk bersekolah juga tetap jalan,” ujarnya.

Setelah pulang sekolah, kata Rahmatullah, para santri istirahat. Lalu pada sore hari diisi dengan pengajian menunggu buka puasa, diikuti dengan kultum Hikmah Ramadan. “Setelah waktu buka puasa, santri makan bersama-sama. Tidak lupa ibadah tarawih selalu dijalankan,” tambahnya.

Karena pesantren ini dibantu beberapa donatur, Tubagus -sapaannya- menga­takan, terkadang para donatur juga mengadakan buka puasa bersama di pesantren ini. Selain untuk mempererat tali silaturahmi, juga untuk menambah pahala berbagi.

Tubagus berpesan bahwa bulan Ramadan hendaknya diperbanyak dengan baca Alquran. Minimal satu bulan satu kali khataman. “Karena Ramadan ini hendaknya diisi dengan lebih mendekatkan diri pada Allah,” tutupnya.

Untuk metode pengajaran para santri, lanjutnya, tetap sama dengan pesantren lainnya, tetap menggaungkan ayat-ayat Allah, serta ilmu falak yang sudah diturunkan Abah Falak yang begitu kharismatik dan merupakan pendiri dari pesantren ini.
“Metode pengajaran dari pesantren ini yakni Ilmu Fiqih, Ilmu Alat (tata bahasa), Tauhid, dan Quran,” beber Tubagus.

Masih kata Tubagus, pendidikan yang diberikan pada santri pun sangat seimbang. Selain terdapat pendidikan informal seperti madrasah diniyah dan tahfidz Alquran, santri di sini pun tetap mengenyam pendidikan formal sesuai yang diberlakukan di Indonesia, khususnya Bogor.

Adapun, pendidikan formal yang santri dapatkan sesuai usia mereka. Sekolah santri pun masih ada di sekitar pesantren, di antaranya madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliyah.(cr4/c)

Baca Juga