Beranda Politik

Minta Tarif Tol Lebih Rendah

Pintu toll yang ada di depan gerbang keluar Bukit Cimanggu City (BCC) tidak dapat langsung dimanfaatkan warga perumahan. Nelvi/radar bogor.

BOGOR–RADAR BOGOR,Permintaan warga Bukit Cimanggu City (BCC) untuk dapat mengakses langsung tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIB dari pintu keluar-masuk perumahan, hingga kini memang belum diakomodasi.

Kini, mereka minta antara tol BORR seksi IIB dan seksi IIA berbeda tarif. Sebab jika kedua pintu itu ditarif Rp10 ribu, mereka mengaku rugi.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor, Zentoni yang ditunjuk sebagai kuasa hukum warga BCC mengaku, berniat membawa urusan tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Namun, Zentoni terlebih dahulu akan mengupayakan agar pihak pengelola tol bisa menyerap aspirasi warga.

“Kemungkinan ke PTUN. Kumpulkan bukti-bukti dulu, dasar hukumnya seperti apa. Mau tidak mau kita bakal gugat,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Menurutnya, warga keberatan jika tidak bisa mengakses tol BORR seksi IIB. Jikapun kemudian terpaksa naik di tol BORR seksi IIA, warga BCC meminta agar tarifnya bisa lebih murah.

“Warga sih maunya, kalau dari depo bisa lebih murah. Makanya, proporsional,” terangnya.

Sementara itu, Humas PT Marga Sarana Jabar (MSJ) Ferry Siregar mengatakan bahwa MSJ bukan pihak yang berwenang dalam menentukan tarif tol.

Sehingga apa yang disampaikan oleh warga salah sasaran. Menurutnya, yang menentukan tarif tol adalah pemerintah pusat.

“Untuk tarif itu ditentukan oleh pemerintah atau melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ujarnya ketika dikonfirmasi.

Rencananya, tarif yang bakal diberlakukan pada BORR seksi IIA dan seksi IIB sama, yakni Rp10 ribu.

“Rencananya seperti itu, tapi belum ada legislasi dari pemerintah. Sedang proses,” tukasnya.(fik/c)

Baca Juga