Beranda Metropolis

Biang Macet, Baru Digarap 2019

BERBAGI
BIANG MACET: Kendaraan melintas di Jembatan Otista, Baranangsiang, Kota Bogor, Kamis (17/5).

Menjadi biang kemacetan di jalur sistem satu arah (SSA) Kebun Raya Bogor (KRB), tak lantas membuat jembatan di Jalan Otista bisa dilebarkan tahun ini. Pasalnya, pekerjaan yang dilakukan menggunakan dana dari pemerintah pusat itu, baru akan digarap pada 2019.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan, tahun ini pekerjaan itu akan masuk dalam rangka kerja pembangunan daerah (RKPD). Sehingga, pelaksanaan­nya baru bisa dilakukan tahun depan. “Tahun ini tidak ada kegiatan untuk pelebaran jembatan Otista,” jelasnya kepada Radar Bogor, kemarin (17/5).

Guna melakukan pelebaran di kanan kiri jembatan yang panjangnya sekitar 20 meter itu, Chusnul sudah mengestimasi biaya sebesar Rp40 miliar. Namun, sumber pendanaannya bukan dari APBD Kota Bogor, melainkan dari APBD Provinsi Jawa Barat.

Tak hanya itu, pada tahun anggaran yang sama tahun 2019 juga akan dilakukan perbaikan Jembatan Sempur yang masih dalam seputaran SSA KRB. Sumber pendanaannya berasal dari pusat maupun Provinsi Jawa Barat. Sedangkan estimasi harganya lebih mahal dari Jembatan Otista, yakni Rp50 miliar.

“Selain perbaikan, kiri kanannya akan dilebarkan,” kata Chusnul.

Terpisah, Kabid Lalu Lintas pada Dishub Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas mengatakan bahwa hasil evaluasi kinerja jaringan jalan di Kota Bogor mengalami peningkatan. Ruas jalan yang menurutnya memberikan dampak besar pada peningkatan itu, yakni jalan di sekitaran SSA KRB. Antrean kendaraan di ruas-ruas jalan itu mengalami pengurangan, lantaran kini sudah tidak berlaku dua arah. “Jadi, kecepatannya cukup meningkat,” terangnya.

Meski SSA sudah relatif lancar, masih ada ruas jalan yang arus lalu lintasnya tersendat. Seperti halnya di Jembatan Otista. Bentuknya yang mengerucut membuat kendaraan kadang harus menurunkan laju kendaraan.

“Selebihnya meningkat kecepatannya. Tapi di jam-jam sibuk semua titik sama, volumenya cukup tinggi sehingga kinerja jaringan pun berkurang. Artinya, dari segi kecepatan menjadi berkurang,” kata Teo.(fik/c)

Komentar Anda

Baca Juga