Beranda Metropolis

Hanya Satu dari Seribu Orang Minat Baca

TINGKATKAN MINAT BACA: Keberadaan Rumah Cinta Baca Bogor bisa menjadi alternatif pilihan membaca warga Kota Bogor. Di sini memiliki kurang lebih 15.000 koleksi buku yang didominasi buku pengetahuan umum.

BOGOR–RADAR BOGOR,Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia menjadi refleksi tersendiri bagi pemerintah pada peringatan Hari Buku Nasional hari ini (17/5). Kondisi tersebut memantik kekecewaan dari para akademisi. Salah satunya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan (Unpak), Agnes Setyowati.

Berdasarkan data Perpusta­kaan Nasional pada tahun 2017, frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata hanya tiga sampai empat kali per minggu. Selain itu, data penelitian UNESCO juga menyatakan bahwa minat baca buku orang Indonesia adalah 0,001 persen. Dengan kata lain, hanya satu dari seribu orang Indonesia suka membaca.

“Karena salah satu syarat untuk membangun sebuah peradaban adalah dengan membangun literasi dan budaya baca yang baik. Mem­baca adalah berpikir dan ber­pikir merupakan suatu proses untuk mengenali, memahami, dan menginter­pretasi sesuatu,” jelas Agnes kepada Radar Bogor, kemarin (16/5).

Ia mengatakan bahwa budaya membaca perlu ditingkatkan. Sebab, hal tersebut memili­ki implikasi yang sangat posi­tif dalam berbagai hal. Seca­ra pribadi, wanita yang sudah melahirkan dua karya buku itu turut prihatin dengan minat baca masyarakat Indonesia yang terbilang sangat ren­dah dibandingkan dengan negara lain.

Wanita yang juga mengajar telaah Prosa Inggris di Program Studi Sastra Inggris FISIB Unpak ini, punya cara sendiri untuk membudayakan minat baca di kalangan mahasiswa. Salah satunya dengan cara mengha­ruskan mahasiswa membaca dan mendiskusikan karya sastra dan budaya, baik dalam konteks internasional maupun di Indonesia. “Hal tersebut penting karena kampus sebagai ruang studi merupakan tempat yang paling ideal untuk menumbuhkan minat baca di kalangan mahasiswa,” terangnya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan guna menumbuhkan minat baca, menurut Agnes, adalah dengan campur tangan pemerintah untuk memperba­nyak perpustakaan umum secara merata hingga daerah pelosok. Kemudian, ia berharap pemerintah juga memper­banyak perpustakaan digital untuk dapat diakses masyarakat umum.

“Di sisi lain, karena menum­buhkan minat baca merupakan tugas semua pihak, khususnya orang tua, diperlukan adanya seminar-seminar bagi para orang tua untuk menumbuhkan minat baca di kalangan anak,” kata Agnes.(fik/c)

Baca Juga