Beranda Politik

Rommy Pede Jadi Cawapres Jokowi

Ketum PPP Romahurmuziy (dok.Jawapos)

JAKARTA–RADAR BOGOR,Sinyal kedekatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) semakin menguat. Betapa tidak, bukan sekadar sering bersama di berbagai agenda nasional. Dalam dua tahun terakhir, mantan wali kota Solo itu pun selalu menghadiri setiap acara yang diundang oleh partai berlambang Kakbah itu.

Diketahui, Jokowi ikut menghadiri acara penutupan workshop nasional anggota DPRD PPP di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (15/5) Pagi. Adapun kader PDIP ini hadir ditemani beberapa jajaran Kabinet Kerja menterinya.

Menanggapi hal itu, Ketum PPP Romahurmuziy mengata­kan, pihaknya mengaku kehadiran mantan gubernur DKI Jakarta itu dalam setiap acara yang diseleng­garakan partainya merupakan bentuk kecintaan Jokowi kepada partai diketuainya itu.

”Itu kan merupakan bagian kecintaan Pak Jokowi dengan PPP, alhamdulillah dalam dua tahun terakhir, memang kebetulan beliau paling banyak berkunjung kepada PPP,” kata pria yang akrab disapa Rommy ini.

Rommy pun menghargai dan mengapresiasi bentuk kecintaan Jokowi kepada PPP. Baginya, kehadiran anak buah Megawati itu sekaligus menumbuhkan dan memperkuat emosional antara partainya itu dengan Jokowi.

Kekuatan emosional yang kuat antara PPP dengan presiden untuk sama sama menangkan di periode yang kedua, ini adalah bagian dari keinginan dan ekspresikan dari kader PPP untuk meng­ulangi sejarah sesung­guhnya,” ungkapnya.

Saat disinggung kecintaan Jokowi merupakan sinyal bahwa dirinya akan dipilih menjadi capres, Rommy enggan berpolemik. Dia mengatakan, saat ini keputusan mengenai cawapres harus dibahas dengan parpol koalisi pendukung lainnya.

”Apa pun nantinya akan didiskusikan pada pimpinan parpol dan Insya Allah akan didiskusikan setelah pilkada bahkan mungkin setelah pendaftaran 10 Juli,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rommy mengatakan, jika nantinya dirinya yang terpilih menjadi cawapres Jokowi, maka dirinya akan menyatakan bersedia mendampingi sang petahana untuk kali kedua itu.

”Tidak ada kata tidak siap bagi seorang ketum, bukan hanya wapres tapi presiden, karena itu seluruh ketum parpol yang ada di negeri ini harus siap ketika negara memanggil dan rakyat membutuhkan,” pungkasnya.(aim/JPC)

Baca Juga