Beranda Olahraga Arena

Mutiara 97 Jawara Piala Askot

IST
JUARA: Para pemain SSB Mutiara 97 semringah usai meraih gelar juara Piala Askot PSSI Bogor kelompok usia (KU) 15 tahun di lapangan luar Stadion Pajajaran, Minggu (13/5) pekan lalu.

BOGOR–RADAR BOGOR, Sekolah Sepakbola (SSB) Putra Pakuan U-13 dan Mutiara 97 U-15 keluar sebagai juara di Piala Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bogor yang berlangsung di lapangan luar Stadion Pajajaran, 10-13 Mei pekan lalu.

Dalam pertandingan final, SSB Putra Pakuan U-13 sukses mematahkan perlawanan SSB One Way 2-1. Sementara, Mutiara 97 U-15 sukses mengandaskan IPB Fahutan 2-1.

Kadispora Kota Bogor Eko Prabowo menjelaskan, kegiatan yang dipelopori Askot PSSI Bogor tersebut, sebagai wujud peningkatan prestasi sepak bola usia muda. Para juara pun berhak mewakili Kota Hujan ke turnamen Asprov PSSI Jawa Barat, pada Juni mendatang.

”Anak-anak muda bola Bogor luar biasa. Timnya solid, kompak dan memiliki kemampuan merata. Ini pertanda sepak bola Bogor ke depan akan lebih cerah,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Pria yang karib disapa Danjen ini menuturkan, tak hanya mewakili Jawa Barat, para juara juga bakal diproyeksikan ke jenjang kejuaraan lainnya yang setiap tahun dihelat. Salah satunya Liga Kompas maupun Popda 2020.

Hal sama dikatakan Sekretaris Askot PSSI Bogor Irsan Tena. Ia mengungkapkan, digelarnya kejuaraan ini menambah peningkatan prestasi sepak bola usia muda. Bahkan, jenjang mereka masih panjang dengan pembinaan secara bertahap oleh para pelatihnya.

”Saya harap regenerasi atlet sepak bola terus ditingkatkan, sehingga tidak perlu mencari di luar Bogor dan bisa memanfaatkan talenta putra daerah,” ucapnya.

Sementara itu, pemilik SSB Mutiara 97 Joko Pribadi mengaku siap melanjutkan prestasi di tingkat Jawa Barat. Hasil yang diraih pada turnamen Askot PSSI Bogor menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas tim.

Apalagi, katanya, SSB Mutiara 97 memiliki kalender pada pasca-Lebaran nanti. ”Sepekan setelah Idul Fitri, rencananya Piala Asprov PSSI Jabar akan dimulai yang diikuti 26 tim. Lepas itu ada Liga Kompas, di mana kami berhasil promosi ke divisi utama dengan posisi runner up,” tukasnya.(nal/c)

Baca Juga