Beranda Metropolis

Siapkan Dai Melek Teknologi

SERIUS: Puluhan dai, mubaligh dan penggiat dakwah MUI tingkat kelurahan mengikuti workshop dakwah berbasis teknologi di PPIB Jalan Pajajaran, kemarin (14/5).

BOGOR–RADAR BOGOR,Media digital sudah tidak bisa diabaikan dalam kehidupan generasi milenial. Komisi Infokom MUI Kota Bogor pun mencoba menjangkau mereka lewat cara yang kekinian, tanpa harus meninggalkan syariat. Salah satunya, lewat dakwah berbasis teknologi.

Seperti yang terlihat di Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB) Jalan Pajajaran, kemarin (14/5). Puluhan dai, mubaligh dan penggiat dakwah MUI tingkat kelurahan dikumpulkan dalam kegiatan workshop dakwah berbasis teknologi.

Ketua panitia, Yudin Taqyudin menjelaskan, workshop dakwah berbasis teknologi bertujuan untuk memberikan pema­haman kepada para dai, mubaligh dan juga penggiat dakwah agar beralih kepada teknologi dalam menyebarkan dakwahnya. “Sekarang, kalau dakwah dengan 50 orang secara langsung, sama saja dakwah dengan 10 orang tapi direkam dan diunggah secara online. Sebab, yang dengar akan lebih banyak,” ungkapnya kepada Radar Bogor.

Apalagi, momentum men­jelang Ramadan dirasa sangat tepat untuk berbagi ilmu. Selain itu, dokumentasi dakwah juga bisa menjadi bahan evaluasi untuk dakwah-dakwah yang akan dibawakan selanjutnya. “Jadi kalau direkam dak­wah­nya, kita bisa lihat apa yang salah, dan yang sudah pernah dilakukan. Apa yang menarik perhatian dan mana yang membosankan. Sehingga menjadi bahan evaluasi untuk dakwah selanjutnya,” tambahnya.

Agar dakwah yang diberikan lebih berisi, pihaknya pun mendatangkan sejumlah narasumber sebagai bahan rujukan. Di antaranya, CEO Radar Bogor Group Hazairin Sitepu, Ketua MUI Kota Bogor KH Mustofa Abdullah Bin Nuh, dan banyak pemateri lainnya. “Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama berupa materi. Hari kedua langsung praktik,” ucapnya.

Yudin menambahkan bahwa tidak hanya yang muda, workshop kali ini pun sebenarnya mengincar para pendamping dai yang sudah senior dalam berdakwah. Menurut dia, umur mereka yang tidak lagi muda tidak menjadi halangan untuk menggunakan teknologi dalam berdakwah.

“Sehingga ke depan ada saling sharing dakwah melalui media sosial yang terus menghasilkan bibit-bibit baru dai yang bisa semakin optimal menyebar dakwah secara luas,” pungkasnya.(ran/c)

Baca Juga