Beranda Berita Utama

Wan Azizah Dobrak Dominasi Pria

BERBAGI
CETAK SEJARAH: Wakil Per­dana Menteri Malay­sia Wan Azizah Wan Ismail resmi mendampingi Mahatir Muhammad. Dia menjadi wakil PM perem­puan pert­ama di Negeri Jiran tersebut.

KUALA LUMPUR–RADAR BOGOR,Wan Azizah Wan Ismail resmi menjadi timbalan (wakil) per­dana menteri (PM) Malay­sia sejak Kamis malam (10/5). Dia menjadi wakil PM perem­puan pert­ama di negara multirasial ber­penduduk 30 juta jiwa terse­but. Fakta itu mela­hirkan euforia di dunia maya. Tidak hanya netizen Malaysia yang heboh, tapi seluruh dunia.

”Wan Azizah menorehkan seja­rah baru di Malaysia. Yeay!” kata Ummu Atiyah Ahmad Zakuan kepada Jawa Pos (Grup Radar Bogor) kemarin (11/5).

Istri Anwar Ibrahim itu, menurut dia, membuat bangga seluruh perempuan di Malaysia. Bahkan, seluruh perempuan di berbagai penjuru bumi. Sebab, ibunda Nurul Izzah itu telah mengangkat derajat kaum hawa ke level yang lebih tinggi.

Sebagai koordinator dosen ilmu politik Universiti Utara Malaysia (UUM) di Negara Bagian Kedah, jabatan baru Wan Azizah itu membangkitkan kepercayaan dirinya.

”Perempuan tidak harus mengubur dalam-dalam impian mereka setelah menikah. Buktinya, Wan Azizah bisa. Kita juga pasti bisa,” ungkap perempuan yang sebentar lagi akan meraih gelar profesor tersebut.

Namun, mengingat PM Maha­thir Mohamad sedang meng­upayakan full royal pardon untuk Anwar Ibrahim, bisa jadi jabatan Wan Azizah tidak akan lama. Begitu mendapatkan ampunan penuh, Anwar bisa langsung kembali berpolitik. Kemungkinan besar, Wan Azizah akan memberikan posisinya kepada sang suami. ”Itu baru spekulasi saja. Spekulasi yang sangat mungkin,” kata Ummu.

Pada 2015, Wan Azizah maju sebagai kandidat Parti Keadilan Rakyat (PKR) dalam pemilu sela di Permatang Pauh. Sebab, Anwar kembali masuk penjara setelah Pengadilan Banding memutus­kannya bersalah dan harus men­jalani sisa hukuman. Perempuan 65 tahun itu menang dengan dukungan lebih dari 8 ribu suara saat itu. Maka, dia pun lantas menjadi wakil rakyat, menggan­tikan posisi sang suami.

Kini, saat kondisi yang sama kembali tercipta dengan posisi berkebalikan, Wan Azizah bisa jadi merelakan kursi wakil PM untuk sang suami.

“Itu tidak sedikit pun kemudian mengecilkan peran Wan Azizah. Beliau adalah medical doctor dengan prestasi gemilang. Beliau adalah ibu yang hebat untuk putra-putrinya. Beliau juga ketua PKR yang jempolan. Tidak ada yang menyangsikan itu,” papar Ummu.

Di bawah Wan Azizah, PKR menjadi satu-satunya partai politik Malaysia yang serius menggarap program pember­dayaan perempuan. ”PKR berkomitmen menambah kuota perempuan di dunia politik. PKR juga memberikan pelatihan-pelatihan kepemimpinan perem­puan. Kini, dengan pelantikan Wan Azizah sebagai wakil PM, PKR memberikan teladan yang ideal,” terang perempuan 43 tahun tersebut.

Lantas, bagaimana jika teladan ideal itu ternyata hanya berlangsung sementara? Dengan semua bukti yang telah Wan Aziah berikan kepada publik bahwa dia adalah politikus andal, ibu yang berhasil dan istri yang bisa diandalkan, apakah dia harus rela meninggalkan prestasi politiknya demi Anwar? Apakah itu tidak akan menjadi blunder bagi program pemberdayaan perempuan yang dia gagas lewat PKR?

”Tidak. Saya rasa itu bukan blunder. Dunia politik kan memang penuh kesepakatan-kesepakatan. Dan, kemunculan Wan Azizah sekarang ini pun sudah ada dalam kesepakatan tersebut,” kata Ummu. Sebentar atau lama Wan Azizah menjabat, menurut dia tidak akan menjadi soal. Sebab, pelantikannya Kamis malam sudah sukses mengubah stereotip dunia politik Malaysia yang didominasi kaum lelaki.

”She broke the glass ceiling,” seru ibu empat anak itu dengan nada girang. Wan Azizah telah menyerukan kepada dunia bahwa perempuan Malaysia bisa punya jabatan tinggi di dunia politik lewat jabatan baru yang kini dipangkunya. Maka, kaum perempuan Malaysia hanya tinggal melanjutkan perjuangan mereka untuk meraih cita-cita. Baik di dunia politik, kerja maupun pendidikan.

Sama seperti Mahathir yang terpilih sebagai PM karena kehendak rakyat, Wan Azizah pun menjadi wakil PM karena mandat kaum perempuan. ”Sekitar 51 persen pemilih dalam Pilihan Raya Umum (PRU) 14 kemarin adalah perempuan. Dan hasilnya, lahirlah wakil PM perempuan pertama dari PRU 14,” cetus Ummu. Itu bukti bahwa perempuan adalah sumber daya perubahan yang sangat potensial.

Kemarin, akademisi berjilbab juga mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah Malaysia sudah membuka lebar-lebar peluang bagi perempuan, termasuk ibu bekerja, untuk mencapai cita-cita mereka. Rezim Najib Razak memiliki Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyarakat (KPWKM) dan cukup agresif mencanangkan program-program pemberdayaan perempuan.

Salah satunya adalah lewat program kuota. Sedikitnya 30 persen kursi board of directors di tiap perusahaan harus diisi oleh perempuan. Jika tidak, maka KPWKM akan mengumumkan perusahaan tersebut sebagai pelanggar kebijakan pemerintah.

Kemarin siang, Mahathir mengumumkan 10 kementerian dalam pemerintahan barunya. Dalam jumpa pers di Petaling Jaya, tokoh 92 tahun tersebut mengatakan bahwa dia sengaja membentuk kabinet sederhana. Rencananya, hari ini (12/5), dia akan mengumumkan nama-nama menteri dan wakil menteri dalam kabinetnya. Dalam list tidak resmi yang beredar di kalangan jurnalis Malaysia, sedikitnya ada lima nama perempuan dalam kabinet Mahathir.(hep/far)

Baca Juga