Beranda Metropolis

Ipik Gandamana Diusulkan Jadi Nama Tol BORR

BERBAGI
GANTI NAMA: Tol BORR seksi II B siap beroperasi. Tol tersebut diusulkan diberi nama Tol Ipik Gandamana

BOGOR-RADAR BOGOR,Nama Ipik Gandamana mungkin jarang didengar bahkan dikenal generasi zaman sekarang. Namun bagi generasi lawas, bupati Bogor pertama zaman kolonial Belanda itu mempunyai banyak jejak sejarah.

Melihat hal itu, sejumlah budayawan dan masyarakat Bogor mengusulkan agar nama Ipik Gandamana menjadi nama jalan utama tol Bogor Outer Ring Road (BORR) yang tidak lama lagi akan segera diresmikan penggunaannya.

Budayawan Bogor Ace Sumanta mengatakan, Ipik Gandamana memiliki sejarah yang kuat dalam perjalanan Bogor Raya secara umum. Menurutnya, pengusulan nama tol BORR menjadi Ipik Gandamana bukan tanpa alasan.

“Pertama, nama jalan tol BORR adalah nama yang bersifat sementara. Tujuannya, untuk keperluan teknis perencanaan dan konstruksi. Sebaliknya, pemberian nama jalan tersebut akan menambah kewibawaan jalan tersebut, selain tentunya melestarikan kearifan lokal Bogor Raya,” ujarnya.

Selain sebagai bupati Bogor pertama (sebelum pecah menjadi Kota Bogor) Ipik Gandamana adalah tokoh pejuang kemerdekaan NKRI di wilayah Bogor. Wilayah perjuangan Ipik meliputi wilayah eks Kota Praja, Karesidenan Bogor, dan juga wilayah Lebak yang saat ini masuk ke Provinsi Banten.

“Dia juga teladan pemerintah di Jawa Barat. Setelah menjabat sebagai gubernur Jabar pada tahun 1956-1959, ia dipercaya menjadi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia pada 1959-1964. Ia menjabat sebagai Mendagri pertama selama lima tahun tanpa putus,” sambung Ace.

Terkait pengusulan nama tol BORR menjadi Ipik Gandamana, lantaran tol BORR nantinya bukan hanya beroperasi di wilayah Kota Bogor saja. Namun juga melintasi Kabupaten Bogor. “Jadi tidak salah jika Ipik Gandamana menjadi nama di tol BORR,” ucapnya.

Usulan ini, menurut Ace, merupakan usulan dari masyarakat Bogor dan para budayawan lokal Bogor. Di antaranya yang tergabung dalam Kapuk Bogor, Museum Perjuangan Bogor, Pusaka Pakuan, Sepakat, dan beberapa tokoh budayawan. Ia berharap pemerintah mendengarkan masukan ini.

“Ipik Gandamana, bagaimanapun memiliki peran besar dalam kemajuan Bogor Raya secara umum,” pungkasnya.(cr3/c)

Komentar Anda

Baca Juga