Beranda Berita Utama

Melayat ke Kediaman (Alm) Iptu Yudi Rospuji, Korban Kerusuhan Mako Brimob

BERDUKA: Sejumlah keluarga dan kerabat Iptu Anumerta Yudi Rospuji Siswanto menangis saat jenazah tiba di rumah duka. Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono, memimpin upacara pemakaman, Kamis, (10/5).

Suasana haru dan duka sedang melanda Lutfi Hidayah (40). Istri dari (Alm) Iptu Yudi Rospuji Siswanto tersebut berhasil melahirkan dengan selamat anak keempatnya, kemarin (10/5). Berbarengan itu, dia tak mampu menahan kesedihan usai mendapat kabar bahwa suami tercintanya tewas di dalam peristiwa kerusuhan para tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Laporan: Fikri Habibullah Muharram

Rumah bercat kuning tua dengan pagar garasi hitam itu ramai. Tenda yang terpasang di selasar rumah yang beralamatkan Perumahan Bukit Waringin Blok K4/3, Desa Sukmajaya, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, tersebut, tampak ramai. Belasan warga yang datang untuk melayat hanya bisa bertengger di depan halaman.

Nyaris semua yang datang, memajang wajah sedih. Sebagian dari mereka terlihat ngobrol dengan nada pelan. Tak ada yang terlihat keluar masuk ke rumah itu. Pintu depan tertutup rapat. Rumah yang kosong itu sedang ditinggal pemiliknya.

Itulah suasana yang ada di kediaman Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji Siswanto, tadi malam. Seperti diketahui, polisi pemberani tersebut satu di antara lima anggota polisi yang tewas dalam kasus kericuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Selasa (8/5).

Yudi meninggalkan seorang istri, Lutfi dan empat anak; Kevin (15) duduk di bangku kelas 1 SMA, Kirana (7) siswa kelas 1 SD dan Wilastra (4) serta si bungsu yang baru saja lahir.

Di kesempatan yang sama, sang istri pun berjuang hidup dan mati. Lutfi menjalani proses persalinan untuk anak keempatnya tanpa kehadiran sang suami.

“Kami dapat kabar melahirkan siang seorang anak laki-laki,” kata Ketua RT 05/07, Perumahan Bukit Waringin, Joko Pramono (52) kepada Radar Bogor, kemarin (10/5).
Joko berharap anak Yudi bisa melanjutkan perjuangan sang ayah.

“Mudah-mudahan kehadiran putra keempat memberikan kebahagiaan walau masih ada duka,” sambungnya.

Di kediaman Yudi di Perumahan Bukit Waringin, tak banyak keluarga yang melayat. Sebab, almarhum langsung dibawa ke kampung halamannya di Dukuh Pojok, Desa Penggarutan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. “Kami di sini cuma menjaga rumahnya dan berbelasungkawa. Masyarakat semua kumpul di sini,” ujar Joko.

Sebagai inisiatif warga, kata Joko, mereka melakukan pengajian selama tujuh hari di rumah korban. “Kebetulan sekarang rumah korban kosong, warga yang menjaga melalui ronda selama situasi normal,” tuturnya.

Herman (42) tetangga terdekat almarhum yang rumahnya persis bersebelahan, mengatakan, semasa hidupnya, Yudi dikenal baik dan taat beribadah. Jika sedang berada di rumah, korban selalu salat berjamaaah bersama warga di Masjid Darussalam. Yudi bahkan ikut kajian setelah salat.

“Beliau yang kadang jadi imam langsung,” ujarnya.

Almarhum, menurut Herman, sudah sekitar sembilan tahun menetap di Perumahan Bukit Waringin. Sosoknya tak pernah terlihat seperti seorang polisi. Dia selalu berbaur bersama masyarakat tanpa memandang pangkat, jabatan, ataupun pekerjaan.

Kata Herman, banyak orang yang tidak tahu kalau pria kelahiran 19 Desember 1977 itu adalah seorang polisi.

Bahkan, saat Perumahan Bukit Waringin membutuhkan musala untuk salat, almarhum menjadi bagian dari panitia pembangunan Musala Al-Ikhlas.

“Beliau sendiri yang langsung jadi ketua panitia pembangunan Musala Al-Ikhlas di wilayah kami. Intinya, almarhum sangat baik dan berjiwa sosial tinggi di masyarakat. Saya pribadi merasa sangat kehilangan sosoknya,” jelasnya.

Setelah mendapat kabar Yudi menjadi korban di lapas Mako Brimob, kata Herman, istrinya yang saat itu hamil sembilan bulan langsung dibawa dan didampingi petugas Densus 88. Bahkan saat mendengar informasi suaminya meninggal, Lutfi yang terkejut tiba-tiba kontraksi.

Di tempat terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan, istri Yudi melahirkan Kamis (10/5).

“Ini kabar haru sekaligus membahagiakan. Ipda Yudi Rospuji hari ini (Kamis, 10/5) putranya lahir,” kata Iqbal pada konferensi pers di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, kemarin.

Iqbal berharap anak Yudi menjadi anak saleh, berbakti kepada orang tua, berguna bagi bangsa dan negara. Selain itu, dia juga berharap, putra Yudi yang baru lahir dapat meneruskan perjuangan sang ayah.

“Anak tersebut anak saya juga dan anak seluruh anggota kepolisian RI. Ini takdir Yang Mahakuasa ketika ayahnya ke pangkuan Ilahi, anaknya atau putranya hadir di dunia ini,” ujarnya.(cr3/d)

Baca Juga