Beranda Politik

Lawan Ego, Taklukkan Gunung Gede

BERBAGI
BANGGA: Calon pasangan petahana, Bima Arya-Dedie A Rachim mengampanyekan slogan Welove Bogor saat berada di Puncak Gunung Gede, Rabu (9/5).

BOGOR–RADAR BOGOR,Menjadi kepala daerah tak hanya sekadar matang dalam dunia politik dan pemerintahan semata. Dibutuhkan stamina yang bagus dan fisik yang kuat agar bisa lebih banyak turun menemui warga.

Itulah mengapa pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor Bima Arya-Dedie A Rachim memilih mendaki Puncak Gunung Gede, Rabu (9/5).

Bagi paslon yang akrab disapa Badra ini, pendakian ke puncak Gunung Gede memiliki tiga makna. Di antaranya, hasil tidak pernah mengingkari proses, penaklukkan ego diri sendiri, dan kondisi fisik yang prima.

”Semua ada perjuangan­nya. Jadi, tidak ada jalan pintas menuju puncak. Tidak ada jalan singkat menuju ke atas. Ini pesan untuk anak muda dan semuanya, tak ada yang dadakan,” ujar Bima.

Dia memfilosofikan, men­daki sebagai simbol seorang pemimpin yang harus memiliki fisik prima. Karena persoalan lebih banyak di lapangan.

”Jadi, kita harus lebih banyak di lapangan daripada di balik meja. Lahir batin harus prima. Bukan hanya wali kota, tapi kepala dinas, camat, lurah fisiknya harus prima. Tidak mungkin menaklukkan puncak gunung kalau fisiknya tidak prima,” ungkapnya. (gal/c)

Baca Juga