Beranda Berita Utama

Tak Ada Negosiasi, Polisi Serbu Mako Brimob. Wakapolri: Operasi Sudah Berakhir!

BERBAGI
Polisi menyerbu Mako Brimob untuk menghentikan aksi penyanderaan.

DEPOK-RADAR BOGOR, Operasi penyanderaan dan pembunuhan sadis yang dilakukan napi terorisme di Mako Brimob selesai. 146 napi terorisme menyerahkan diri sebelum diserbu, 10 lainnya terpaksa diserbu dalam sebuah operasi.

“Dengan standar operational procedur internasional, maka aparat melakukan tindakan ultimatum, bukan negosiasi, menyerah tanpa syarat atau mengambil risiko aparat keamanan di Indonesia, ultimatum, dengan batas waktu tertentu,” kata Menkopolhukam Wiranto di Mako Brimob, Kamis (10/5/2018).

Serbuan itu, kata Wiranto, dilakukan sebelum fajar. Sebanyak 145 napi terorisme menyerah dan menyerahkan senjatannya. “Tanpa syarat, tidak ada negosiasi,” kata Wiranto.

Sementara itu, sebanyak 10 napi terorisme yang tidak menyerah terpaksa diserbu yang sebelumnya direncanakan dan terukur.

“Bagi sisa teroris yang tidak menyerah, maka aparat keamanan melakukan serbuan yang telah direncakan di lokasi mereka,” kata Wiranto.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Syafruddin menegaskan kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok telah berakhir setelah berlangsung selama sekitar 36 jam. Operasi penanggulangan berakhir sekira pukul 07.15 WIB, Kamis (10/5/2018).

“Alhamdulillah kita dapat menanggulangi ini dengan meminimize korban. Operasi berakhir 7.15 tadi, sudah selesai,” ujar Wakapolri dalam jumpa pers di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5).

Ia menyebut seluruh tahanan sebanyak 156 orang telah menyerahkan diri. “99 Persen seluruhnya bisa terselesaikan tanpa ada korban lagi. Ini masih proses sterilisasi. Seluruh napi telah menyerahkan diri,” tegasnya.

Sebelumnya, terdengar ledakan sebanyak sekitar 6 kali di sekitar lokasi. Terkait hal itu, Wakapolri menyebut ledakan merupakan upaya sterilisasi dari petugas.

“Ledakan yang didengar itu petugas sedang melakukan sterilisasi,” tandasnya. (ysp)

Komentar Anda

Baca Juga