Beranda Berita Utama

Mahathir Mohamad Jadi Pemimpin Negara Tertua di Dunia, Takdir?

BERBAGI
Mahathir Mohamad

RADAR BOGOR-Setelah kemenangannya yang mengejutkan dalam pemilihan Malaysia, Mahathir Mohamad terpilih menjadi pemimipin tertua di dunia berusia hampir seabad.

Mantan Perdana Menteri, Mahathir beralih jadi oposisi setelah pensiun. Pria 92 tahun itu kemudian menantang mantan anak didik sekaligus rivalnya, Najib Razak yang terkena tuduhan kasus korupsi.

Kemenangan bersejarahnya tersebut berhasil menggulingkan koalisi Barisan Nasional (BN) yang telah berkuasa sejak kemerdekaan Malaysia pada 1957 silam. Mahatir mengatakan, koalisinya akan memulihkan supremasi hukum.

Najib belum mengomentari kekalahan dramatisnya dari Mahathir tersebut. Hasil perhitungan resmi menunjukkan, oposisi Pakatan Harapan telah mengantongi 113 dari 222 suara yang diperebutkan termasuk beberapa yang belum pernah diambil oleh pihak oposisi. BN hanya berhasil merebut 79 kursi.

Mahathir mengatakan, koalisinya telah mengamankan bukan hanya beberapa suara, mereka tidak hanya mendapatkan beberapa kursi namun mayoritas yang sangat substansial, saat mengumumkan kemenangannya di Kuala Lumpur, seperti dilansir BBC, Kamis (10/5).

Ia juga berharap upacara pelantikannya yang akan diadakan pada Kamis, (10/5), sekaligus mengumumkan libur selama dua hari untuk menghibur para pendukungnya. “Namun, tidak akan ada liburan bagi para pemenang,” katanya.

Para pendukung oposisi yang kebanyakan dari mereka pernah hidup di bawah satu pemerintahan akan dikumpulkan ke jalan dalam malam perayaan. Mereka begitu bergembira.

Seorang Dokter berusia 48 tahun, Suva Selvan mengatakan, ia merasa akan melihat sesuatu yang lebih baik di masa depan. “Harapan kami untuk masa depan adalah pemerintahan yang lebih baik, adil, bebas dan bersatu,” katanya.

Mahathir merupakan perdana menteri selama 22 tahun sejak 1981 hingga 2003 saat ia mengundurkan diri. Malaysia berhasil menjadi Macan Asia di bawah kepemimpinannya.

Malaysia mengalami perkembangan ekonomi yang pesat pada 1990-an. Namun, ia adalah salah satu sosok otoriter yang menggunakan undang-undang keamanan kontroversial untuk mengunci lawan politiknya. (ysp)

Baca Juga