Beranda Politik

Gatot Yakin Dapat Tiket Capres

BERBAGI
HANGAT : Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (kanan) saat bertemu dengan Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, kemarin (8/5).

JAKARTA–RADAR BOGOR,Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo kemarin (8/5) bertemu dengan Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Pertemuan dua tokoh yang dilakukan di kompleks parlemen Senayan tersebut cukup singkat. Gatot datang sekitar pukul 10.30. Pada pukul 11.00 pertemuan selesai.

“Saya undang tokoh nasional, terutama yang muncul sebagai capres,” ujar Zulkifli seusai pertemuan tertutup itu.

Menurut dia, pemilihan umum legislatif (pileg), pemilihan umum presiden (pilpres), dan pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan sesuatu yang biasa. Yang tidak biasa adalah berkelahi. Itu yang harus kita cegah, tutur dia.

Untuk itu, Zulkifli mengundang sejumlah tokoh nasional dan mengajak mereka bersama-sama memperkukuh persatuan. Legislator asal Lampung itu menyatakan, partai boleh berbeda, capres juga boleh berbeda. Tapi, persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga. Semua pihak harus ikut menjaga stabilitas keamanan. Pemilu tak boleh sampai memecah persatuan. Karena itu, dia menggagas pilpres damai.

Gatot juga mengajak berdemokrasi secara dewasa dengan saling menjaga persatuan. Yang harus dikedepankan adalah adu konsep sehingga semua dalam kondisi damai. Karena semua yang dilakukan untuk bangsa ini, ucap purnawirawan jenderal itu. Tak boleh sampai terjadi senggol-menyenggol antarcapres. Sebab, hal tersebut akan memicu perpecahan.

Terkait peluangnya maju sebagai capres, Gatot mengatakan, sebagai mantan panglima TNI, dirinya akan selalu siap menjalankan amanah yang diberikan. Termasuk menjadi calon presiden. Jiwa prajurit saya tidak bisa dihapuskan sampai titik darah penghabisan, tegas mantan KSAD itu.

Gatot mengaku mulai melangkah dengan bersilaturahmi ke beberapa tokoh politik. Dia juga berusaha menjalin komunikasi dengan semua partai. Gatot menyatakan telah bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono (ketua umum Partai Demokrat), Megawati Soekarnoputri (PDIP), dan Prabowo Subianto (Partai Gerindra).

“Dan barusan saya bertemu dengan Pak Zul (Zulkifli Hasan),”ujarnya.

Dia juga masih berupaya untuk bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Dengan penjajakan politik itu, Gatot yakin mendapatkan tiket untuk maju sebagai capres.

Harus optimistis. Kalau tidak optimistis ngapain, tuturnya.

Namun, Gatot belum bisa memastikan partai mana saja dan berapa partai yang akan mengusungnya. Pria kelahiran Tegal tersebut juga belum bisa memastikan apakah bakal muncul dua atau tiga poros di Pilpres 2019.

Menurut dia, semua masih cair dan belum final. Belum ada yang pasti. Kepastian akan diketahui pada 10 Agustus 2018 pukul 23.59. Sebab, saat itulah pendaftaran terakhir untuk capres-cawapres.

Gatot menambahkan, semua partai membuka peluang yang sama bagi dirinya. Terkait dengan logistik yang dia siapkan, ungkap Gatot, banyak pihak yang selalu memikirkan logistik. Menurut dia, hal itu sama saja dengan tidak menghargai rakyat.

Sementara itu, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan, Gatot layak menjadi capres. Sebab, sebagai mantan panglima TNI, nasionalismenya tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, Gatot sosok yang dekat dengan umat Islam.

Namun, sampai sekarang partainya belum mendeklarasikan dukungan kepada capres mana pun. Deklarasi resmi akan diputuskan dalam rakernas nanti, ucapnya. (lum/c9/oni)

Baca Juga