Beranda Politik

Fokus Tata Kemacetan Kota Bogor

KOMPAK: Calon wali kota Bogor nomor urut 4, Dadang Iskandar Danubrata berfoto bersama pedagang Pasar MA Salmun.

BOGOR-RADAR BOGOR,Pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor nomor urut 2, Dadang Iskandar Danubrata-Sugeng Teguh Santoso, memiliki program pengentasan kemace­tan tanpa perlu melakukan pengurangan jumlah kendaraan angkutan perkotaan (angkot).

”Sudah kami perhitungkan bahwa badan jalan di Kota Bogor tidak mungkin dilakukan itu (dilebarkan, red). bayangkan 125 bus berseliweran di Kota Bogor, tetap saja mengakibatkan kemacetan juga,” ujar Dadang Danubrata kepada Radar Bogor, kemarin (7/5).

Selain itu, dampak lainnya juga yakni jumlah supir angkot yang menganggur akan membludak. Sebab, jika dikurangi jumlahnya penge­mudi yang akan ditampung hanya 125 orang.

“Yang akan kita lakukan adalah masalah penertiban surat trayek angkot karena satu surat trayek bisa dimiliki oleh beberapa angkot dan tidak memperpanjang lagi trayek-trayek yang sudah habis dan meng-grounded angkot-angkot yang sudah tidak layak jalan,” katanya.

Selain itu, dirinya akan meningkatkan kerja sama antara Dinas Perhubungan Kota Bogor, kepolisian hingga Pol PP bila perlu untuk sama-sama hadir di titik-titik kemacetan. Seperti di lokasi rawan macet dan simpang jalan agar bisa diurai oleh petugas.

“Karena sering kali lokasi tersebut tidak dijaga oleh petugas,” ungkapnya.

Menurutnya, Muspida Kota Bogor harus menyelesaikan dan merumuskan masalah tersebut dengan duduk bersama. Ditambah dengan komunikasi yang lancar sehingga semua permasalahan itu bisa menjadi tanggung jawab bersama.(gal/c)

Baca Juga