Beranda Berita Utama

Berbagi Kekuasaan dengan Anwar

BERBAGI
KAMPANYE: Pemimpin oposisi Malaysia, Mahathir Mohamad menyapa para pendukungnya.

MALAYSIA–RADAR BOGOR,Malaysia akan menggelar pemilihan umum, Rabu (9/5). Suhu politik pun makin memanas. Terbaru, Pemimpin oposisi Malaysia, Mahathir Mohamad menyatakan, dirinya hanya akan menjabat perdana menteri (PM) selama dua tahun jika oposisi Pakatan Harapan memenangi pemilu, hari ini (9/5). Mahathir yang berumur 92 tahun ini, mengaku akan menyerahkan posisi PM kepada Anwar Ibrahim yang kini dipenjara.

Hal ini pernah diungkapkan Mahathir saat diwawancarai surat kabar Jepang, The Mainichi. Dalam wawancara itu, Mahathir mengakui dirinya sangat menyadari usianya yang sudah mendekati 100 tahun.

“Saya tidak bisa bertahan sangat lama. Paling tidak, saya bisa bertahan selama dua tahun,” ucap Mahathir dalam wawancara dengan The Mainichi, seperti dikutip pada Selasa (8/5).

“Saya memutuskan untuk akhirnya membentuk sebuah partai dan partai ini perlu bekerja dengan partai-partai oposisi lainnya jika akan menantang BN (koalisi Barisan Nasional yang berkuasa) dan seluruh partai oposisi merasa bahwa saya harus memimpin,” tambahnya.

Dalam wawancara ini, Mahathir juga membahas soal mantan rival politiknya, Anwar Ibrahim (70), yang kini dipenjara. Anwar pernah menjabat Wakil PM Malaysia tahun 1993-1998 di bawah Mahathir.

Diungkapkan Mahathir bahwa jika oposisi memenangi pemilu ingin menyerahkan jabatan PM Malaysia kepada Anwar setelah Anwar bebas dari penjara. Hal ini belakangan terungkap sebagai salah satu bagian dari kesepakatan Mahathir untuk memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan.

Bunyi kesepakatan itu adalah setelah dua tahun memimpin negara, Mahathir akan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar. Masa jabatan seorang PM Malaysia adalah lima tahun.

Anwar yang divonis 5 tahun penjara telah menjalani masa hukuman sejak 2015. Dia diperkirakan akan bebas lebih awal pada 8 Juni mendatang. Setelah bebas nanti, Anwar dilarang untuk mencalonkan diri dalam pemilu selama lima tahun ke depan. Untuk bisa kembali ke panggung politik, Anwar yang selama ini menjadi tokoh oposisi ternama Malaysia, membutuhkan pengampunan kerajaan atau royal pardon dari Yang di-Pertuan Agong.

Mahathir menyatakan dirinya tidak akan menyerah dan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan royal pardon bagi Anwar.

“Kami akan mencoba. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mendapatkan royal pardon,” tandas Mahathir, yang pernah menjabat PM Malaysia terlama dari 1981-2003.

Koalisi Barisan Nasional (BN) yang kini berkuasa, terdiri atas 13 partai dengan didominasi oleh United Malays National Organisation (UMNO) yang dipimpin PM Najib Razak. Dalam pemilu hari ini, BN akan berhadapan dengan koalisi oposisi Pakatan Harapan dan Parti Islam se-Malaysia (PAS).

Pakatan Harapan terdiri atas empat partai oposisi, yakni Parti Tindakan Demokratik (DAP), Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang dipimpin Anwar Ibrahim, Parti Amanah Negara (PAN) dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang dipimpin Mahathir Mohamad. Koalisi ini dibentuk 22 September 2015 lalu dengan Mahathir sebagai ketuanya.

Koalisi ini sepakat memilih Mahathir sebagai calon PM dan Wan Azizah, istri Anwar, sebagai calon Wakil PM. Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak menyatakan pihaknya yakin akan memenangi pemilu.

“Basis politik kami masih kuat dan utuh. Itu sebabnya saya percaya diri, karena kami benar-benar memiliki kekuatan, ” kata Najib dalam wawancara televisi yang dilansir Reuters, Selasa (8/5).

Kepopuleran Najib terkena pengaruh dari skandal korupsi dana pemerintah 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Meski Najib telah membantah keterlibatannya dalam skandal tersebut, namun dampaknya tetap dirasakan oleh perdana menteri petahana itu.(net)

Baca Juga