Beranda Female

Kuasai Bahasa Dayak

BERBAGI
Foto : Instagram grace/dok
TETAP PRIORITAS : Grace bersama suami yang juga dokter dan dua putri cantik mereka.

Tidak ada kultur kesukuan yang dominan dalam keluarga Grace. Tumbuh dalam keluarga yang heterogen, Grace bisa menghayati keindonesiaan. Ia bisa berbahasa Jawa dan Dayak. Ia bisa membawakan tari gong, tarian tradisi Dayak Kenyah.

Dalam rangkaian acara final Puteri Indonesia 2009, Grace menari gong. Dengan rambut bersuntingkan bulu burung enggang, Grace berdiri meliuk-liukkan tubuh tinggi ramping itu di atas gong kecil. ”Wajahku Dayak banget, ya,” ujarnya.

Grace mengikuti ajang pemilihan Puteri Indonesia untuk menun­jukkan Dayak kepada Indonesia. “Anak muda Dayak memang agak tertutup, tapi mereka ingin maju,” kenangnya.

Grace merasa gerah ketika orang Dayak dituding sebagai perusak hutan. Menurut Grace, itu adalah anggapan keliru karena orang Dayak hidup dari alam dan oleh karena itu mereka tidak mungkin merusak habitat hidup mereka sendiri.

“Orang Dayak memang mempunyai budaya ladang berpindah. Ladang yang dibakar itu nantinya akan menjadi tanah subur untuk ditanami kembali,” kata Grace yang tampak fasih dengan kearifan lokal Dayak.

Menurut Grace, orang Dayak belajar dari alam. Mereka mengambil dari alam sesuatu yang memang sudah waktunya diambil. “Mereka tidak pernah memburu binatang muda dan tidak merusak alam,” katanya.

Grace ingin kearifan lokal Dayak itu menjadi acuan orang dalam merawat lingkungan, menjaga kehidupan. (net)

Komentar Anda

Baca Juga