Beranda Berita Utama

Berkunjung ke Istana Bogor, PM Republik Rakyat Tiongkok Dihujani Tembakan Meriam

BERBAGI
Pasukan Perwira Batarei (Parai) Batalyon Armed 7/105 Bekasi bersiap menembakan meriam menyambut kedatangan PM Republik Rakyat Tiongkok ke Istana Bogor, Senin (7/5/2018).

BOGOR-RADAR BOGOR, Kedatangan Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Li Keqiang, ke Istana Bogor, Senin (7/5/2018)  dihujani dentuman meriam. Kedatangan Keqiang untuk membahas hubungan bilateral kedua negara.

Iring-ringan Keqiang yang  tiba pukul 10.30 WIB langsung disambut ribuan pelajar Kota Bogor, sambil meneriakan Huanying Selamat Datang dalam bahasa mandarin ‘Huanying’.

Sedangkan, 50 Pasukan dari Perwira Batarei (Parai) Batalyon Armed 7/105 Bekasi sejak pagi sudah mempersiapkan enam meriam.

Sebanyak, 19 dentuman meriam menggema di atas area komplek Istana. Saat ditembakkan, Suara nyaring menyelimuti seputar istana menggema di udara. Suara tembakan disambut riuh warga yang turut menyaksikan prosesi ini.

Menurut salah seorang warga Bogor, Khusnul (33) dentuman menjadi daya tarik bagi warga yang ditinggal di sekitar Istana. Meriam ada sejak kedatangan tamu negara seperti  Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, Raja Salma Alsaud, hinga yang terakhir Raja Brunei Sultan Haji Sir Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah.

“Sejak ada Pak Jokowi menerima tamu negara, meriam ini jadi hiburan baru dan banyak warga yang menunggu,” katanya kepada Radar Bogor, Senin (7//5/2018).

Komandan pimpinan pasukan Batalyon Armed 7/105 Bekasi Lettu Slamet mengatakan, meriam yang digunakan adalah jenis Saluting Gun Kaliber 75 milimeter. Meriam buatan negara Yugoslavia pada 1979 ini hanya ada enam unit setelah 12 lainnya diibahkan ke Timur Leste dan Papua Barat.

19 dentuman bukan sembarang tembakan, jumlah ini khusus menyambut kepala negara. Jika raja, seperti Raja Arab Saudi, dan Raja Brunei meriam ditembakan sebanyak 21 kali.

“Kami persiapkan semaksimal mungkin gladi kotor dan bersih untuk sambutan tamu negara. Ini menggunakan peluru hampa. Penembakan kehormatan,”  katanya di Komplek Bakorwil I Kota Bogor.

Meski suaranya bak sedang perang, meriam ini dirancang hanya mengeluarkan asap dan suara.

Kedatangan Keqiang bertepatan 5 tahun kemitraan strategis komprehensif Indonesia-China dengan isu utama perdagangan dan investasi.

Mulai dari proyek pembangunan jaringan kereta api cepat Jakarta-Bandung, peningkatan ekspor kelapa sawit, manggis, salak, pisang, dan sarang burung walet ke Cina. (don/ysp)

Komentar Anda

Baca Juga