Beranda Berita Utama

Pengguna Mobil Pribadi Naik 16,69 Persen

BERBAGI
MACET: Mobil saat terjebak kemacetan di Tol Palimanan, beberapa waktu lalu.

JAKARTA –RADAR BOGOR, Persiapan mudik Lebaran terus dilakukan. Kali ini pemerintah memastikan jika masyarkat bisa menikmati mudik dengan nyaman tanpa melewati jalan tol. Artinya, jalan arteri atau jalan nasional siap dilalui.

Jelang mudik angkutan Lebaran, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pastikan jalan arteri non-tol dari Jakarta hingga Surabaya dalam kondisi baik. Untuk itu, menhub mengimbau masyarakat -khususnya yang akan mudik tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur- untuk menggunakan jalan-jalan arteri non-tol. ”Pemudik itu ada dua

alternatif menggunakan jalan tol dan menggunakan jalan umum negara (arteri, red) yang bagus sekali,” kata Budi kemarin (5/5).

Data Kementerian Perhubungan menyebut pada 2018 akan ada kenaikan jumlah pengguna mobil pribadi sebanyak 3,72 juta mobil atau naik 16,69 persen dibandingkan tahun 2017. Pemudik dengan sepeda motor pada tahun 2018 juga diprediksi mengalami kenaikan sebesar 33,33 persen yaitu sebanyak 8,52 juta sepeda motor.

Sementara itu, pada angkutan bus jumlah penumpang juga diprediksi naik. Jika pada 2017 sebanyak 7,95 juta penumpang bus, tahun ini diprediksi mengalami peningkatan 1,76 persen atau 8,09 juta penumpang.

Kenaikan jumlah penumpang juga diprediksi akan terjadi pada moda kereta api dimana jumlah penumpang naik 5 persen pada tahun 2018 yaitu 4,63 juta penumpang. ”Untuk bus sudah dilakukan rampcheck,” kata Budi.

Kenaikan jumlah penumpang juga akan terjadi pada moda laut. Pada tahun ini akan ada kenaikan sebesar 2,27 persen atau sekitar 1,77 juta penumpang dari tahun sebelumnya, 1,73 juta penumpang.

Budi juga menyarankan agar pemudik memilih jalur non tol atau moda transportasi lainnya. Salah satu alasannya adalah diperkirakan lalu lintas jalan tol akan padat. Naik 85 persen dari kondisi normal. Hal itu disebabkan karena tol dari Jakarta hingga Surabaya sudah tersambung.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono juga mengatakan jika jalan non-tol sudah bagus. Terutama di daerah pantai selatan Jawa (Pansela). ”Hanya di Kebumen ada sedikit yang belum dilebarkan,” tuturnya.

Untuk menarik minat pemudik lewat Pansela, Kementerian PUPR juga mempromosikan wisata di kawasan tersebut. Terutama di daerah Pegunungan Seribu di Jogjakarta. ”Pantura (Pantai Utara Jawa, red) sudah oke. Kecuali Lamongan yang jembatan putus kemarin. H-10 sudah bisa dioperasikan,” ujarnya.

Sarana pendukung mudik juga telah disiapkan. Khususnya di ruas-ruas tol yang baru untuk fungsional. Di antaranya dengan membangun 27 tempat istirahat di ruas tol fungsional tersebut.

Tempat istirahat sementara itu akan dibangun setiap 10-20 kilometer. Fasilitasnya berupa tempat parkir kendaraan berkapasitas setidaknya 250 mobil, tersedia musala, dan tempat makan.

”Sementara untuk jalan tol yang sudah operasional di Pulau Jawa, total terdapat 13 tempat istirahat dan 30 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) yang juga akan dilengkapi dengan fasilitas toilet tambahan,” jelas Basuki.

Selain itu ada fasiltias tambahan tempat parkir sementara. Tujuannya untuk mengantisipasi luapan jumlah kendaraan yang parkir di rest area.

Data dari Kemenpu PR menunjukkan jalan tol yang telah operasional dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang 524 kilometer. Sedangkan yang masih fungsional sepanjang 234 KM.

Titik kritis mudik 2018 yakni pada lokasi pembangunan Jembatan Kenteng sepanjang 496 meter. yang berada pada ruas Tol Salatiga-Kartasura. ”Kami mohon maaf Jembatan Kenteng masih belum kita selesaikan untuk mudik Lebaran 2018.

Kementerian PUPR akan membangun jalan rigid pavement yang akan melintasi dibawah Jembatan Kenteng,” kata Menteri Basuki.

Lebih lanjut, Kementerian PUPR juga terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Mulai dari Kemenhub, Korlantas, BMKG, Basarnas dan kementerian/lembaga lainnya yang terkait dalam penanganan mudik Lebaran 2018.

Termasuk bekerja sama dengan Pertamina di setiap TIP dan parking bay. Perusahaan pelat merah itu akan membantu pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan kemasan dan mobile dispenser jika diperlukan dalam kondisi darurat.

”Kerja sama dengan BMKG juga diperlukan dalam mengantisipasi bencana. Kementerian PUPR menyiagakan tim tanggap bencana pada titik-titik rawan bencana,” kata Basuki.

Sementara itu, mudik kali ini, Pertamina memastikan jika tidak ada kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Hal itu diungkapkan Nicke Widyawati Plt Direktur Pertamina. ”Kalau prediksi pemerintah ada peningkatan 11 hingga 13 persen pemudik.

Kami menyedikan untuk kenaikan sampai 15 persen,” ucapnya. Nike juga menjamin jika distribusi BBM akan merata baik di daerah tol maupun diluar tol.

Penumpang Pesawat bisa Capai 5,75 Juta

Persiapan mudik Lebaran juga dilakukan pada sektor udara. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan di 36 bandara untuk melihat keamanan dan kenyamanan pelayanan penerbangan.

Menurut data yang dimiliki Kementerian Perhubungan pada musim Lebaran tahun lalu, penumpang pesawat mencapai 5,29 juta jiwa. Tahun ini kementerian tersebut memprediksi jika jumlah penumpang akan naik sebesar 8,47 persen atau menjadi 5,75 juta penumpang. Untuk itu persiapan harus lebih baik dari tahun sebelumnya.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, inspeksi yang dilakukan sejak akhir April hingga minggu depan tersebut bertujuan untuk melihat kekurangan di masing-masing bandara. Entah itu dari sarana, standar prosedur operasional, maupun sumber daya manusia yang akan memberikan layanan.

Inspeksi keselamatan dan pelayanan bandar udara yang dilakukan di 36 lokasi bandar udara tersebut dilakukan oleh Direktorat Bandar Udara (DBU) dan Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU).

”Untuk keselamatan, inspeksi akan mengacu pada Peraturan Dirjen Perhubungan Udara Nomor KP 220 tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil terkait dengan sertifikasi dan registrasi serta pengawasan keselamatan operasi bandar udara.

Sementara untuk pelayanan akan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 178 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Pengguna Jasa Bandar Udara,” kata Agus.

Pemeriksaan yang dilakukan diantaranya pada runway, taxiway, dan apron. Selain itu juga pada marka, lighting, manajemen operasi apron, manajemen keselamatan apron, serta pemeriksaan daerah pergerakan.

Sementara itu, inspeksi terkait layanan untuk memastikan kesiapan kapasitas fasilitas dan pelayanan terminal penumpang. ”Hasilnya belum final jadi belum bisa diumumkan,” tuturnya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jika pihaknya akan menambah jumlah penerbangan. Mulai dari memberikan ekstra flight, menambah jam operasional bandara, hingga meminta maskapai untuk menggunakan pesawat berbadan lebar.

”Hingga saat ini belum ada maskapai yang meminta ekstra flight. Biasanya di mingu-minggu terakhir sebelum Lebaran baru mengajukan,” bebernya.(lyn)

Baca Juga