Beranda Olahraga

Marseille vs Atletico Madrid: Satu Final Beda Tujuan

BERBAGI
Lucas Ocompos dan Diego Costa

Atletico Madrid melaju ke final Liga Europa 2017-2018 dan akan bersua Olympique Marseille. Final bakal dihelat di Prancis, tepatnya di Stadion Parc Olympique Lyonnais pada Rabu (16/5) atau Kamis (17/5) dini hari WIB. Kedua tim bernafsu untuk menghadirkan trofi pada musim ini.

Selain itu, juara Liga Europa 2017-2018 bakal meraih tiket fase grup Liga Champions musim depan. Bagi Atletico, lebih untuk menambah koleksi gelar. Maklum saja, mereka berpeluang besar untuk meraih tiket lolos langsung ke fase grup Liga Champions lewat jalur La Liga.

Sementara bagi Marseille, mere­ka akan ngotot untuk bisa meng­gondol trofi lantaran kemungkinan harus melewati babak kualifikasi untuk bisa ke fase grup Liga Champions lewat jalur liga. Andai mampu juara di ajang ini, tim asuhan Rudi Garcia itu langsung lolos ke fase grup Liga Champions 2018-2019.

Kepastian Atletico melaju ke final setelah pada leg kedua semifinal mengalah­kan Arsenal dengan skor 1-0. Gol tung­gal keme­na­ngan Los Cholconeros dihasilkan oleh striker bengal Diego Costa pada menit 45. Dia sebelumnya mendap­atkan umpan dari Antoine Griezmann.

Kendati hanya menang 1-0, Atletico berhak ke final lantaran pada pertemuan pertama di Emirates, skor sama kuat 1-1. Atletico unggul agregat 2-1.

Ini untuk ketiga kalinya Atleti­co ke final Liga Europa. Sebe­lumnya, mereka melaku­kan­nya pada 2009-2010 dan 2011-2012. Menariknya, Atletico sela­lu juara. Pada 2009-2010 mereka menga­lahkan Fulham dengan skor 2-1, sedangkan pada 2011-2012 mengalahkan Ath­letic Bilbao dengan skor 3-0.

Sementara bagi Arsenal, ambisi untuk juara dan bisa ke Liga Champions kandas. Musim depan, The Gunners be­sar kemu­ngkinan kembali berlaga di Liga Europa dan harus absen lagi di Liga Cham­pions. Kans untuk berada di 4-besar Premier League musim ini sangat berat. Arsene Wenger pun gagal memberikan trofi perpisahan lantaran pada musim depan dia dipastikan tak lagi menukangi Arsenal.

Di lain sisi, Marseille ke final usai menyingkirkan Red Bull Salzburg. Hanya saja, perjua­ngan tim asuhan Rudi Garcia itu ke final cukup terjal. Unggul 2-0 pada leg pertama di Velodrome, Marseille mendapat perlawanan ketat dari tuan rumah Salzburg.

Dalam waktu normal 90 menit, Salzburg mampu unggul 2-0 lewat gol Amadou Haidara menit 53 dan Bouna Sarr menit 65. Laga pun harus dilanjutkan babak perpanjangan waktu karena agregat sama 2-2. Di babak perpanjangan waktu, Marseille berhasil mencetak satu gol lewat tendangan Rolando usai menerima umpan dari Dimitri Payet. Skor menjadi 2-1 masih untuk keunggulan Salzburg. Skor tersebut bertahan hingga laga berakhir. Marseille yang berhak ke final dengan keunggulan agregat 3-2.

Bagi Marseille, ini final ketiga di ajang ini. Sebelumnya mere­ka melakukannya saat masih bernama Piala UEFA yakni pada 1998-1999 dan 2003-2004. Hanya saja, dalam dua kesem­patan itu, Marseille selalu kalah. Mereka kalah 0-3 dari Parma dan 0-2 dari Valen­cia. Bagai­mana dengan final ketiga?

Atletico dan Marseille sudah dua kali bersua di fase grup Liga Champions 2008-2009. Kala itu, saat bertindak sebagai tuan rumah, Atletico mampu menang dengan skor 2-1. Sedangkan ketika Marseille bermain sebagai tuan rumah, skor sama kuat 0-0. Artinya, secara rekor pertemuan, Atle­tico lebih unggul. Hanya saja, itu bukan patokan lantaran laga final nanti dilangsungkan di tempat netral.

Well, siapa yang akan meng­gondol trofi Liga Europa musim ini? Nantikan final ajang ini pada Kamis (17/5) dini hari WIB.(iec/JPC)

Baca Juga