Beranda Ekonomi

Kisah Mahasiswa Bogor Jadi Pengusaha Sukses (1)

Muhammad Fauzi Ruhiyat

Bagi seorang anak, saat kuliah sembari membuka usaha bukan hal tak mungkin kalau memiliki kemauan dan tekad yang kuat. Bahkan, hanya de­ngan modal beberapa juta dan didapat dengan meminjam, juga bisa berjalan dan sukses. Itulah yang pernah dilakoni Muhammad Fauzi Ruhiyat.

Fauzi bercerita bagaima­na dirinya menjalankan usaha jasa dokumentasi dengan mo­dal yang minim. Berawal da­ri hobi memotret, lambat laun men­jadi bisnis yang kini ia jalani.

Hanya dengan satu unit kamera, tidak menghalangi pria yang saat ini merupakan mahasiswa S-2 di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia program Manajemen Bisnis, untuk memulai usaha.

“Awalnya punya kamera pocket. Masuk kuliah, nabung, terus beli kamera yang lebih bagus. Gak langsung buka usaha, kerja dulu di tempat ja­sa doku­men­ta­si di Bogor,” jelas Fauzi kepa­da Radar Bogor.

Selang beberapa bulan, ak­hir­nya ia mengundurkan di­ri da­ri perusahaan tersebut. Tan­pa pertimbangan, Fauzi men­co­ba memulai usaha yang di­awa­li dengan menerima ja­sa foto atau dokumentasi per­so­nal. Fauzi juga meneri­­ma ja­­sa do­kumentasi apa saja, yang ter­penting dapat dikenal orang banyak.

Bicara tarif, Fauzi juga mem­ban­derol harga yang sangat ter­jangkau bagi semua ka­langan. Tarif awal hanya Rp100 ribu untuk sekali memotret. Dengan ber­bagai promo dan mem­perluas pertemanan, akhirnya Fauzi mam­pu me­ngembangkan bis­nis hing­­ga saat ini.

Karena melihat pasar, akhir­nya awal 2017 ia lebih serius dan memberi branding bis­nisnya dengan nama Insight Documentation Service.

Tidak hanya menerima jasa pemotretan atau dokumentasi wedding, Fauzi juga menerima company profile. Setelah bran­ding dilakukan dan merasa perlengkapan yang dimiliki tidak cukup, akhir­nya Fauzi meminjam dana tam­bahan modal ke orang tua.

Dengan berbagai kesepakatan, akhirnya orang tua Fauzi memin­jamkan dana sebesar Rp5 juta. “Sadar cuma punya kamera biasa, saya coba be­ranikan diri pinjam ke orang tua untuk upgrade kamera ter­masuk alat-alat,” jelas pria yang lahir April 1995 ini.

Berbagai tantangan Fauzi hadapi hingga usahanya terus berjalan dan berkembang cu­kup pesat. Kini, Fauzi tidak hanya dapat membayar lunas pinjaman dari orang tua tetapi sudah bisa memberi lebih.

Saat ini, Fauzi su­dah memiliki tim sebanyak enam orang. Bila awalnya hanya Rp100 ribu sekali motret, kini tarif yang dibanderol Fauzi cukup tinggi. Mu­lai dari Rp5 jutaan per ­project. Saat ini, omzet yang sudah di­terima per bu­lannya men­capai belasan juta.

Selain tekad kuat, dalam menja­lankan bisnisnya ia terus mem­buka jaringan seluas-luas­nya. Fauzi bah­kan ber­gabung bersama Himpunan Pe­ngu­sa­ha Muda (Hipmi) Pergu­ruan Tinggi (PT).(/c)

Baca Juga