Beranda Berita Utama

Deklarasikan Abraham Samad Jadi Capres

DUKUNGAN: Koalisi Rakyat Berdaulat untuk Abraham Samad 2019 wilayah Sumatera Selatan mendeklarasikan Abraham Samad sebagai capres di Palembang, kemarin (4/5).

JAKARTA–RADAR BOGOR,Dorongan kepada Abraham Samad untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada 2019 terus mengalir.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011–2015 itu, rencananya akan deklarasi di Anjungan Pantai Losari, Senin (7/5) mendatang.

Ketua panitia Herman mengatakan, deklarasi Abraham sebagai capres merupakan desakan dari masyarakat yang ingin dia kembali ke permukaan.

“Kasus korupsi saat ini sudah begitu masif, sehingga kita meminta Abraham untuk mendeklarasikan diri,“ ujar Herman kepada Radar Bogor. Jumat (4/5) kemarin.

Melihat sepak terjang Abraham saat memimpin KPK dan melakukan pendidikan integritas di wilayah-wilayah, kata Herman, masyarakat juga mengharapkan Abraham dapat melakukan perubahan di Indonesia.

Herman menuturkan, deklarasi Abraham Samad sebagai capres 2019 akan dimulai sejak pagi hari. Namun, acara inti nantinya dilaksanakan sekitar pukul 15.30 WITA. “Mereka akan datang bersama massa dari daerah-daerah pe­nyang­ga Kota Makassar untuk menyuarakan dukungan bagi Abra­ham Samad,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya Abraham juga mendapat dukungan dari sejumlah elemen masyarakat dan pemuda di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Salah satunya, dorongan datang dari Koalisi Rakyat Berdaulat untuk Abraham Samad 2019 (KITA AS 2019) di wilayah Sumsel. KITA AS 2019 menggelar deklarasi dan teleconference dengan Abraham Samad di Logo House Caffe seputaran Kambang Iwak, Palembang, Jumat (4/5).

Koordinator Wilayah KITA AS 2019 Sumsel, Chandra menilai sosok Abraham Samad sangat layak menjadi capres RI 2019. Dengan pengalaman sebagai ketua KPK RI, kata dia, Abraham memiliki metodologi upaya pemberantasan korupsi yang selama ini menjadi masalah bangsa.

Saat ini, kata Chandra, kondisi bangsa Indonesia tidak juga kunjung membaik. Ketimpangan makin menjadi-jadi. Gesekan antar masyarakat kian mencemas­­kan. Korupsi semakin merajalela. Oleh karena itu, menurut dia, bangsa Indonesia butuh pemimpin yang tegas, berani, berintegritas dan antikorupsi.(rmo/sri/cr2/c)

Baca Juga