Beranda Politik

Anies dan AHY Kandidat Kuat Cawapres

Agus Harimurti Yudhoyono digadang gadang menjadi cawapres salah satu calon bersama Anies Baswedan

JAKARTA–RADAR BOGOR,Lembaga Survei Indikator merilis temuan survei nasional mengenai dinamika jelang Pilpres 2019 di kantor Indikator Cikini Jakarta Pusat, Kamis (3/5).

Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi mengatakan, dari 19 nama calon pendamping Jokowi, sebanyak 16,3 persen publik mendukung Agus Harimurti Yudhoyono.

Lalu nama Anies Baswedan berada di posisi kedua dengan dukungan 13 persen disusul Gatot Nurmantyo dengan dukungan 7 persen.

Namun, dalam simulasi 11 nama kandidat cawapres Jokowi, secara mengejutkan nama Menkeu Sri Mulyani bertengger di posisi dua dengan perolehan dukungan 10,5 persen. Dia berada di bawah AHY, padahal sebelumnya dalam 19 nama, Sri Mulyani hanya berada di posisi empat.

”Yang mengagetkan saya nama Mahfud MD (muncul), karena cuma muncul di Twitter, tapi hasilnya lumayan,” ujar Burhanudin.

Sedangkan dalam simulasi 7 nama kandidat Cawapres Jokowi, Sri Mulyani justru menjadi yang terkuat dengan dukungan 18,3 persen. Posisi kedua diduduki Machfud MD dengan dukungan 13 persen. Namun demikian dari beberapa simulasi ini, banyak publik yang menyatakan tidak menjawab.

”Dalam simulasi 19 na­ma publik tidak menjawab 33 persen, 11 nama sebesar 36,9 persen serta 7 nama sebesar 43,2 persen,” b ebernya.

Dalam hasil survei Lembaga Indikator juga menunjukkan bahwa elektabilitas PDIP masih bertengger dipuncak dengan memperoleh dukungan publik sebesar 27,7 persen.

Posisi kedua diambil Gerindra dengan dukungan 11,4 persen yang menggeser Golkar ke tempat ketiga dengan dukungan 8 persen.

Sementara di tempat keempat, Demokrat mendapat 6,6 persen, PKB 5,8 persen, Perindo 4,6 persen, PKS 4 persen, PPP 3,5 persen, NasDem 2,7 per­sen dan PAN 1,9 persen. Sedangkan parpol lain hanya dipilih oleh kurang dari satu per­sen dan sebesar 21,6 persen publik belum memilih parpol.

”PDIP rebound dari enam bulan lalu. Gerindra trennya menguat meski landai, Golkar dan Demokrat melemah. Kalau PPP trennya sedikit menurun, PKS landai tapi trennya juga positif, Perindo menguat,” jelas Burhanudin.

Ia menyebut, moncernya elektabilitas PDIP tidak lain lantaran sosok Jokowi sebagai figur dari partai besutan Megawati tersebut. Burhanudin menegaskan bahwa publik mengenal Jokowi karena mantan wali kota Solo itu telah meniti karier didunia politik bersama PDIP. Hal yang sama kata dia, juga berlaku untuk Gerindra karena ketokohan Prabowo Subianto.

”Selain itu, di antara partai-partai pendukung pemerintahan Jokowi-JK, PDIP dinilai lebih loyal mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah,” terangnya.(jaa)

Baca Juga