Beranda Berita Utama

Kunjungi Istana Bogor, Sultan Brunei Beli Senjata dan Tank Anoa

(Nelvi/ Radar Bogor)
MERIAH: Para pelajar Kota Bogor menyambut kedatangan Sultan Hassanal Bolkiah di depan Istana Bogor, kemarin.

BOGOR–RADAR BOGOR,Lawatan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah ke Indonesia menguatkan kerja sama di berbagai bidang. Salah satunya, bidang pertahanan. Kamis (3/5) orang nomor satu di Brunei itu ke Indonesia.

Rombongan Sultan tiba di Istana Bogor, Kompleks Istana Kepresidenan, pukul 10.00 WIB. Raja dari semenanjung Melayu ini disambut 21 dentuman meriam bak Raja Salman.

Pasukan dari Perwira Batarei (Parai) Batalyon Armed 7/105 Bekasi sejak pagi mem­­persiapkan enam meriam. Meriam ini dari jenis Saluting Gun Kaliber 75 mili­meter buat­an negara Yugoslavia pada 1979.

“Ini menggunakan peluru ham­­pa. Penembakan kehor­matan, dirancang PT Pindad untuk penghormatan tamu negara,” kata pimpinan pasukan Batalyon Armed 7/105 Bekasi Lettu Slamet kepada Radar Bogor kemarin.

Saat ditembakkan, moncong diarahkan ke dalam istana. Suara nyaring menyelimuti seputar istana menggema di udara. Sebanyak 21 kali dentuman menggetarkan sudut istana. Jumlah ini bukan sembarang dikeluarkan.

Jika presiden yang berhelat, kata Slamet, 18 kali dentuman sulut diletuskan. Meski suaranya bak sedang perang, tetapi meriam ini dirancang hanya mengeluarkan asap dan suara.

Tak hanya ke Istana Bogor, Sultan Brunei juga berkunjung ke Mabes TNI di Cilangkap, Jakarta Timur. Melalui kunjungan tersebut, dia memastikan bahwa Brunei akan membeli senjata buatan PT Pindad.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), Brunei sudah pasti membeli senjata api dan kendaraan lapis baja dari PT Pindad. ”Yang jelas tadi dengan PT Pindad untuk (membeli) senjata dan Anoa,” terang dia. Keputusan belanja tersebut sudah dalam proses. Dia pun menyampaikan bahwa sudah memerintahkan agar proses itu dipercepat.

Dalam kunjungan di Mabes TNI, Hassanal Bolkiah yang mengenakan pakaian militer lengkap dengan baret Kopassus sempat disuguhi demonstrasi kemampuan prajurit TNI.

Selain itu, Presiden Jokowi juga sempat mengajak sultan Brunei ke-29 itu melihat langsung pame­­ran industri pertahanan (inhan) yang digelar khusus dalam kun­jungan singkat Hassanal Bolkiah. Sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan dalam negeri dipamerkan.

Ada dua jenis alutsista buatan PT Pindad yang dipamerkan. Yakni, satu unit kendaraan taktis (rantis) Komodo dan empat kendaraan lapis baja Anoa. Namun, Jokowi tidak hanya menawarkan alutsista yang dipamerkan saja.

Mantan gubernur DKI itu mengakui bahwa dirinya sempat menawarkan alutsista lain. ”Kami tadi menawarkan juga kapal, beliau masih menghitung-hitung dulu,” imbuhnya. Pun demikian ketika Jokowi menawarkan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia. Pihak Brunei, kata dia, masih berhitung dulu terhadap penawaran tersebut.

Yang sudah pasti dibeli, Jokowi menegaskan kembali, hanya senjata api dan Anoa buatan PT Pindad. Tapi, dia juga belum tahu pasti berapa banyak senjata api dan Anoa yang akan dibawa pulang oleh Brunei dari Indonesia melalui kerja sama jual beli.

”Menteri yang urus (sultan Brunei) tidak sampai sedetail itu,” bebernya. Selain bidang pertahanan, kunjungan sultan ke Indonesia membahas isu lainnya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, ada sejumlah isu yang dibahas dalam pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan Bogor. Mulai isu perdagangan, investasi, tenaga kerja, peran kedua negara di kawasan ASEAN.

Untuk isu perdagangan, kata Retno, tren perdagangan kedua negara menurun. Meski lebih disebabkan rendahnya harga minyak dunia yang diekspor Brunei ke Indonesia. “Dengan harga minyak yang turun, otomatis nilai dari perdagangan itu sendiri turun,” ujarnya.

Namun demikian, kedua negara sepakat untuk mening­katkan kembali neraca perdagangan. Dalam pertemuan, ada beberapa sektor yang bisa digenjot. Antara lain, di sektor perikanan dan pertanian.

Selain itu, Brunei juga berupaya untuk menjajaki upaya investasi di Indonesia. Berdasarkan pernyataan Sultan, lanjut Retno, negeri berjuluk Petrodollar itu tertarik untuk berinvestasi di sektor perkapalan dan pelabuhan.

“Tidak dibahas mengenai masalah komitmen angka, dan sebagainya. Tapi sultan menyampaikan bahwa Brunei tertarik,” imbuhnya.

Retno menambahkan, salah satu isu yang juga mendapat perhatian khusus adalah 80 ribu warga negara Indonesia yang bekerja Brunei. Pasalnya, jumlah tersebut sangat signifikan atau setara 20 persen dari totol penduduk brunei.

Dalam pertemuan, kedua negara sepakat untuk membuat MoU mengenai penempatan dan perlindungan WNI di sana. Dalam isu penempatan, misalnya, akan diatur tentang masalah cost structure. Selama ini, cost structure tentang penem­­patan belum dibahas. “Sehingga TKI kita bisa saja terbebani selama beberapa bulan untuk membayar kembali biaya penempatan,” kata dia. Pengatu­ran terkait perlindungan WNI juga akan lebih dikuatkan.

Di samping kunjungan bersifat formal, kemarin Jokowi turut mengajak Hassanal Bolkiah untuk sedikit santai dengan bermain bulu tangkis di GOR Ahmad Yani di kompleks Mabes TNI. Menurut pria yang pernah mejabat sebagai wali kota Surakarta itu, hubungan baik antarnegara tidak hanya bisa ditunjukkan melalui forum yang bersifat formal.

Sebab, bisa juga dilakukan dengan agenda santai. ”Ada yang namanya subdiplomasi,” kata Jokowi. ”Saya tahu Sultan Hassanal Bolkiah memang hobinya badminton,” tambahnya. Karena itu, dia mengajak Hassanal Bolkiah bermain bulu tangkis. Berdasar keterangan Jokowi, perdana menteri pertama Brunei itu biasa main bulu tangkis tiga kali sehari.

Tidak tanggung, setiap kali main bulut angkis Hassanal Bol­­kiah bisa melahap habis tiga set pertandingan. ”Sehingga waktu di ASEAN Summit Aus­tralia dan ketemu di Singapura, saya mengajak beliau berkunjung ke Indonesia main badminton,” beber Jokowi. Terbukti, kemarin Hassanal Bolkiah bermain tiga set berturut-turut.

Pertama, Hassanal Bolkiah berpasangan dengan Hendry Saputra melawan Jokowi yang berpasangan dengan Alan Budikusuma. Pertandingan itu berakhir saat skor imbang 25-25, Jokowi yang tampak kelelahan meminta digantikan oleh Menteri Koordinator Bidang Poltik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Pertandingan pun diulang dari awal.

Hassanal Bolkiah yang kembali berpasangan dengan Hendry Saputra berhasil mengalahkan pasangan Wiranto dan Alan dengan skor 21–16. Tidak puas sampai di situ, Wiranto kembali melawan Hassanal Bolkiah. Pada set ketiga Wiranto masih berpasangan dengan Alan, sedangkan sultan berpasangan dengan Susi Susanti.

Lewat pertandingan itu, Hassanal Bolkiah kembali mengalahkan Wiranto dengan skor 21–16. Serupa ayahnya, pangeran Abdul Mateen yang turut hadir dalam kunjungan ke Mabes TNI kemarin juga ikut serta bermain bulu tangkis. Berpasangan dengan Susi, Abdul Mateen berhasil mengalahkan pasangan Nova dan Alvin dengan skor tipis 21–19.

Saat diwawancarai, Susi mengakui sangat senang bisa bermain bulu tangkis bersama Jokowi dan Hassanal Bolkiah. Menurut dia, kedua pimpinan negara yang bertetangga itu bermain luar biasa.

”Semangat ya, sama-sama nggak mau ngalah,” kata dia. Menurut dia, agenda kemarin bukan sekadar pertandingan. Melainkan turut menunjukkan hubungan baik kedua tokoh itu.(syn/far/don/c)

Baca Juga