Beranda Berita Utama

Kampung Primitif Zaman Now

BERBAGI
TAK BERSEKOLAH: Anak-anak di Kampung Mulyasari saat menunggu relawan yang mengajar mereka.

BOGOR-RADAR BOGOR, Wahai para calon bupati Bogor, tengoklah Kampung Mulyasari, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur. Niscaya Anda sekalian bakal menemui ironi. Ratusan warga di sana hidup bak di dalam gua. Tak ada listrik, dan sudah sangat lama tak kedatangan tenaga pendidik. Negara seolah lupa jika di Mulyasari masih hidup sekumpulan manusia.

Letaknya di dataran tinggi. Jala­nan­­­nya bertanah merah selebar satu meter setengah. Jika hendak me­nyambangi Kampung Mulyasari, hen­­daknya berangkat sedari pagi. Sebab, waktu tempuh menuju wilayah termarginal ini mencapai tiga jam.

Itu pun jika titik awal perjalanan dimulai dari ibu kota kabupaten (Cibinong), via Tajur (Citeureup) dan melalui akses Jalan Raya Sukamakmur-Cibadak.

Masuk lebih dalam dari Desa Cibadak, silakan belokan kemudi kendaraan ke arah Kampung Cibakatul. Itu adalah check point terakhir jika menggunakan mobil. Setelah itu, silakan turun dan mulailah berjalan kaki sejauh 15 km.

Sepanjang kaki melangkah, pemandangan perbukitan hijau, persawahan, dan kebun kopi bakal menjadi santapan mata. Sungguh indah jikalau sinar mentari masih ada. Tapi celaka ketika senja tiba. Semuanya keindahan itu hilang ditelan gulita.

Ya, sejak Bung Karno memproklamasikan negeri ini 73 tahun lalu, sebanyak 58 kepala keluarga yang tinggal di Kampung Mulyasari tak kenal yang namanya PLN.

Energi listrik yang warga nikmati saat ini, mereka dapatkan dari turbin kincir air yang terus berputar di tengah arus sedang anak Sungai Cipamingkis.

Kendati memiliki pembangkit energi secara mandiri, besaran daya listrik yang masuk ke 58 rumah hanya mampu untuk menyalakan maksimal 2–3 lampu. Tak bisa dan tak boleh lebih dari itu.

Bertemu saat perjalanan menuju Mulyasari, Alim (12) warga RT 05/01, kampung setempat, menuturkan, pemerintah sempat melongok datang dan memberikan panel surya sebagai penghasil energi selain kincir air. Baca selengkapnya di Epaper Radar Bogor hari ini (all/d)

Baca Juga