Beranda Politik

Elektabilitas Prabowo Bisa Melejit

BERBAGI
Prabowo Subianto

JAKARTA –RADAR BOGOR, Hasil survei nasional terhadap calon presiden (capres) selalu menempatkan Presiden Joko Widodo pada posisi teratas. Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih jauh di bawah. Namun, angka itu diyakini akan berubah total setelah mantan Danjen Kopassus tersebut mendeklarasikan diri. Elektoralnya diprediksi akan naik signifikan.

Hasil survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia kemarin (3/5) menunjukkan kuatnya elektabilitas Jokowi. Elektoral Jokowi berada di angka 39,9 persen dengan menggunakan simulasi top of mind, yaitu bertanya langsung tanpa menyodorkan nama. Disusul Prabowo dengan angka 12,1 persen, Anies Baswedan 0,9 persen, Hary Tanoesoedibjo 0,7 persen, dan TGB M. Zainul Majdi 0,7 persen.

Jika menggunakan metode pertanyaan semi terbuka, elektoral Jokowi mencapai 51,9 persen, Prabowo 19,2 persen, Anies Baswedan 2,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 2,0 persen, dan Gatot Nurmantyo 1,7 persen. ”Kami menggunakan banyak bentuk simulasi,” terang Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat presentasi hasil survei di Jalan Cikini V kemarin.

Indikator juga menggunakan simulasi dengan lima, empat, tiga, dan dua nama. Simulasi lima nama, Jokowi berada di 56,5 persen, Prabowo 24,2 persen, Anies 4,1 persen, AHY 2,9 persen, Gatot Nurmantyo 2,9 persen, dan tidak tahu 9,5 persen (selengkapnya lihat grafis).

Burhanuddin mengatakan, walaupun Prabowo selama tiga tahun belum melakukan kampanye sistematis, pemilihnya masih cukup banyak. ”Sudah punya basis loyalis,” terang dia. Sinyal Prabowo yang akan kembali mencalonkan diri sebagai capres membuat basis loyalisnya tidak pindah ke lain hati.

Menurut dia, survei tersebut dilakukan pada 5–13 Maret dengan menggunakan 1.200 responden. Dia menjelaskan, riset dilaksanakan sebelum Prabowo mendapat mandat sebagai capres dari Partai Gerindra dan sebelum mendapat dukungan dari kaum buruh. Dia tidak tahu apakah mandat dari partai dan dukungan buruh mendongkrak elektabilitas Prabowo. ”Perlu dilakukan survei lagi untuk mengetahui dampaknya,” jelasnya.

Mardani Ali Sera, ketua DPP PKS, mengatakan bahwa dengan adanya mandat dari partai dan dukungan serikat buruh, elektoral Prabowo pasti naik. Apalagi, me-nurut dia, jika Prabowo sudah deklarasi sebagai capres. ”Elektabilitasnya akan melejit,” terang dia setelah rilis survei elektoral jelang Pilpres dan Pileg 2019 kemarin.

Menurut Mardani, angka keterpilihan Prabowo tidak mengalami kenaikan karena mesin politik belum dikerahkan. Semuanya masih menunggu deklarasi capres. Pihaknya ingin Prabowo segera deklarasi. Sebab, lawannya cukup berat. Pengumuman calon harus segera dilakukan. Pihaknya ingin mendidik masyarakat agar tidak membeli kucing dalam karung.

Dia berharap deklarasi dilakukan sebelum pilkada. Hal tersebut akan berdampak terhadap perolehan suara dalam pilkada. Jadi, lanjut dia, tidak perlu menunggu pilkada serentak selesai. PKS pun mengajukan kadernya untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo. ”Sekarang jatahnya PKS, PAN kan sudah 2014,” tutur dia.

Ketua DPR Bambang Soesatyo yang hadir dalam rilis survei itu mengatakan, bagi dirinya, bukan siapa yang paling unggul. Yang terpenting, semua tokoh menjaga persatuan dan kesatuan. Jangan sampai peristiwa yang terjadi di arena car free day (CFD) terulang. ”Jangan korbankan rakyat yang tidak tahu apa-apa,” ucap dia.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, pemilu serentak bukan hal mudah. Masya-rakat disuruh mencoblos lima kertas suara. Dia khawatir banyak joki yang akan bermain dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. ”Pemilu serentak merupakan pilihan berani. Kami berharap pemilu bisa berjalan dengan baik,” tutur dia.(lum/c10/oni)

Baca Juga