Beranda Berita Utama

Pembunuh Grace masih Berkeliaran

BERDUKA: Ibunda Grace, Immi terus memeluk foto anaknya saat prosesi pemakaman di TPU Pondok Rajeg, kemarin.

BOGOR–RADAR BOGOR,Pembunuh Grace Gabriela Bimusu (5,8) hingga kemarin (2/5) masih berkeliaran. Polisi belum menangkap pelaku yang tega menghabisi nyawa warga Perumahan Bogor Asri, Blok K3/3, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor itu.

Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil autopsi. “Tujuh orang sudah diperiksa, ada dari keluarga dan saksi sekitar TKP,” ujar Dicky.

Untuk mendapatkan bukti tambahan baru dan mencari jejak pelaku, tadi malam (2/5) polisi menerjunkan dua ekor anjing pelacak ke lokasi ditemukannya mayat Grace. Sebuah rumah kosong berloteng yang tak jauh dari rumah Grace bahkan dipasangi police line.

Di tempat terpisah, ibunda Grace, Immi Nancy Elisa (35) tak kuasa menyaksikan peti jenazah anak bungsunya, dimasukkan ke liang lahat kemarin (2/5). Grace yang ditemukan tewas terbungkus karung beras di kebun pisang yang jaraknya hanya 500 meter dari kediamannya di Perumahan Bogor Asri, dikebumikan di TPU Pondok Rajeg.

Ayah Grace, Jemi Ananias Bimusu (36) berharap pelaku segera ditangkap. “Sebagai orang tua, saya merasa perbuatan ini sudah enggak manusiawi. Meski sebagai manusia kami mengikhlaskan karena semua rencana yang Mahakuasa, tetapi secara batin kami belum menerima kepergian anak kami dengan cara yang tidak wajar,” ujar Jemi.

Dia mengisahkan, Senin (30/4) pagi seperti hari biasanya, sebelum dia berangkat kerja, Grace selalu mencium tangannya, dan meminta uang jajan. “Itulah kebiasaan pagi yang sering saya lakukan, itu yang terakhir,” katanya.

Sambung Jemi, anak bungsunya itu baru saja akan masuk sekolah tingkat PAUD tahun ini. Grace memang terbiasa bermain dengan teman-temannya yang sudah sekolah. Saat kejadian, Grace bermain sendiri sembari menunggu teman-temannya pulang sekolah. “Dari situ nggak keliatan lagi dan setelah kami temukan kondisinya sudah seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah ada orang yang dicurigai oleh pihak keluarga, Jemi mengatakan, sebagai manusia rasa-rasanya wajar curiga. Namun, terpenting jangan menuduh siapa pun jika tanpa bukti. Keluarga memercayakan sepenuhnya pada pihak kepolisian.

“Kami sudah coba meng­hubungi pihak polisi yang sementara bekerja keras untuk menyelidiki, mengambil data-data untuk mengungkap kasus ini,” bebernya.

Selama ini, Jemi mengaku, dia bersama tetangga maupun saudara-saudara tidak ada masalah sama sekali, harmonis. “Harapan terakhir dari pihak keluarga cuman satu, segera diungkap si pelaku untuk kasus ini,” harapnya.

Sementara itu, nenek Grace, Maria Hutabarat mengatakan, terdapat sobekan pada bibir atas Grace. Hingga kini, keluarga mengaku belum mendapatkan hasil autopsi dari kepolisian. Keluarga sendiri yang berduka masih tanda tanya soal siapa yang tega menghabisi nyawa cucu kesayangannya.

“Harapannya supaya pelaku cepat tertangkap dan setimpal (hukumannya) dengan apa yang dilakukannya terhadap cucu saya. Anak 5 tahun 8 bulan, apa salahnya, apa motivasinya dia (pelaku) mengambil nyawa cucu saya,” tuturnya.

Keluarga pun, sambung Maria, akan meminta bantuan KPAI untuk bisa mengawal dan memonitor agar bisa segera terungkap dan selesai. “Kami juga menginginkan bantuan media agar kasus ini juga pelakunya segera terungkap,” katanya.

Masih di lokasi yang sama, paman Grace, Elton menuturkan, sebelum menghilang Grace terlebih dahulu membeli es di warung di lingkungan rumahnya. Dia sempat kembali lagi ke rumah untuk memberikan uang kembalian ke ibunya. “Terus dia main lagi,” tuturnya.

Elton yang memang tinggal tak jauh dari kediaman Grace, menampik jika keluarganya memiliki masalah dengan warga sekitar rumahnya. “Kalau memang ada masalah, buktinya kemarin itu kami dijamu dengan warga sekitar. Bapaknya tidak pernah ada masalah,” ungkapnya.

Dia juga menambahkan, Grace tipikal anak yang superaktif, mudah bergaul dan akrab dengan siapa pun. “Ya, untuk segera ditemukan pelakunya,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Grace ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Tubuhnya dimasukkan ke karung beras dengan tangan terikat. Grace masih mengenakan pakaian lengkap seperti yang terakhir kali dipakainya.(wil/c)

Baca Juga