Beranda Berita Utama

Empat Tuntutan Buruh di May Day, #2019GantiPresiden Salah Satunya

Hari ini ratusan ribu buruh akan berunjuk rasa di Istana Negara.

JAKARTA-RADAR BOGOR, Ratusan ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menghadiri peringatan Hari Buruh Sedunia (May day), hari ini.

‚ÄúPaling tidak 152 ribu orang buruh yang akan ikut aksi,” jelas Sekretaris Jenderal (Sekjen) KSPI, Muhammad Rusdi dalam diskusi Ngopi Ngerumpi bertajuk “Perpres Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Jeritan Kaum Buruh” yang dimoderatori oleh Ricky Tamba di Kantor ILEW, Jalan Veteran I, nomor 33, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

Dia menegaskan, May Day bukanlah semata-mata merupakan wujud nyata keresahan buruh, melainkan keresahan publik.

Setidaknya ada empat agenda utama yang akan diperjuangkan KSPI. Pertama, menuntut pemerintah untuk menurunkan tarif dasar listrik (TDL), bahan bakar minyak (BBM), dan menurunkan harga pangan.

Kedua, menuntut pemerintah untuk segera mencabut Peraturan Pemerintah (PP) 78 tentang Pengupahan yang menurutnya menyebabkan upah buruh saat ini menjadi sangat murah.

Ketiga, menuntut pemerintah stop memasukan tenaga kerja asing (TKA), praktek perbudakan modern, dan juga penghapusan outsourcing.

Kemudian keempat, mendukung capres yang tidak anti buruh.

Oleh karena itu, menurut Rusdi, KSPI sangat mendukung gerakan #2019GantiPresiden.

“Pemerintah hari ini tidak pro buruh dan tidak pro rakyat kecil 4 tahun terkahir ini buruh sangat menderita PHK terjadi dimana-mana. Pertumbuhan pekerja di era Jokowi tidak lebihnya baik dari era SBY. Kepastian kerja semakin tidak jelas,” tandasnya. (ysp)

Baca Juga