Beranda Politik

Poster Palsu Rugikan Paslon JADI

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Bogor 2018-2023, Jaro Ade dan Inggrid Kansil
CIBINONG–RADAR BOGOR,Maraknya kam­panye hitam dengan modus poster palsu, tak hanya meru­gikan  pasangan calon (paslon)  Ade Yasin dan Iwan Setiawan (Hadist) semata.
Beredarnya poster bergambar pasangan Hadist dengan nomor urut 3 (seharusnya nomor 2) juga merugikan paslon Ade Ruhandi (Jaro Ade)-Ingrid Kansil (JADI) yang notabene merupakan calon dengan nomor urut 3.
”Kami meminta meminta (kepolisian/panwaslu) me­ngu­sut tuntas pelaku provokasi pemasangan poster tersebut secara hukum dan menangkap pelakukanya,”  ujar Tim Advo­kasi JADI Samsul Hidayat  da­lam klarfikasi yang diterima Radar Bogor, kemarin (18/4).
Menurut dia, selama proses pelaksanaan kampanye, tim pemenangan paslon nomor 3 dari tingkat atas hingga bawah selalu berkampanye dengan cara yang santun. Bahkan sesuai instruksi calon bupati Bogor, kampanye yang dilaku­kan adalah kampanye yang santun.
“Paslon nomor 3 selama masa kampanye tetap meme­lihara kondusivitas, santun dan mengindari perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan menodai demok­rasi,” tuturnya.
Selain itu, Samsul juga me­minta agar Panwaslu Kabupaten Bogor dan Polres Bogor segera memproses secara hukum bagi pelaku pengrusakan alat peraga kampanye (APK) nomor urut 3 yang terjadi di beberapa wila­yah kecamatan di Kabu­paten Bogor.
“Juga pelaku provokasi yang telah melakukan tindak pidana mengganggu kampanye paslon nomor 3,” tegas Samsul yang juga meru­pakan Wasekjen DPP Partai Golkar tersebut.
Senada, Ketua Badan Peme­nangan Pemilu Paslon nomor urut tiga Arman Salam,  menga­ku sangat menyayangkan ada­nya penyebaran poster  yang dila­kukan oleh oknum.
Kejadian tersebut, sambung Arman, akan menimbulkan beberapa reaksi di kalangan masyarakat terutama para pendukung paslon nomor urut tiga. Kondisi ini juga akan ber­dampak pada pola fikir masya­rakat, seolah-olah pihak­nya yang telah melakukan hal terse­but, yang nantinya bakal beru­jung pada munculnya image negatif.
“Kalau mau mendapat simpati dari masyarakat jangan seperti ini caranya, pakai cara yang bersih dan budayakan selalu politik sehat,”  tegasnya.
Sebelumnya, beberapa hari ini, di sejumlah wilayah beredar poster bergambar pasangan Hadist dengan nomor urut yang berbeda dari nomor resmi hasil undian KPU Kabupaten Bogor.
“Kami mendapati banyak poster Hadist yang nomor urutnya dirubah jadi nomor tiga. Padahal nomor urut Hadist ialah nomor dua. Ini jelas aneh dan sangat mungkin ada oknum yang ingin mengaburkan informasi soal nomor urut Hadist,” papar Wakil Direktur Tim Kampanye Hadist David Rizar Nugroho kepada wartawan di Cibinong, Senin (16/4). (gal/c)

Baca Juga