Beranda Metropolis

Sering Terendam, Diperbaiki Bulan Depan

BERBAGI
ilustrasi 

BOGOR–RADAR BOGOR,Pedagang Blok A Pasar Jambu Dua dipaksa harus bersabar. Kondisi kiosnya yang terendam ketika hujan, bakal terus terjadi hingga sebulan ke depan. Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor baru akan memperbaiki gorong-gorong yang ambruk sebagai biang penyumbat pada awal bulan depan.

Kasi Pemeliharaan Jalan Wilayah 1 pada Dinas PUPR Kota Bogor, Fiki Abdullah menjelaskan bahwa gorong-gorong yang letaknya di dekat jalan keluar menuju Jalan Ahmad Yani mengalami kerusakan yang cukup parah. Sehingga, untuk memperbaikinya bukan hal yang mudah. “Iya, tapi kami lagi ngerancang dulu, tidak bisa langsung action,” jelasnya kepada Radar Bogor.

Untuk merancang tata pengerjaannya pun membutuhkan waktu. Sehingga, ia memprediksi perkerjaannya baru mulai diperbaiki awal Mei mendatang. “Kami sedang merancang metode kerjanya, dibantu teman-teman konsultan. Paling di awal bulan depan. Kalau misalkan metode kerjanya sudah ada dan pasokan materialnya sudah siap, langsung kita eksekusi,” terangnya.

Salah satu hal yang membuat sulit pengerjaan yaitu mengenai kedalaman gorong-gorong yang mencapai 6 meter. Sehingga, menurut Fiki, perlu teknik tersendiri sebagai pertimbangan faktor keamanan.

“Itu kayak sumuran, kedalamannya enam meter. Jadi riskan kalau petugas kita langsung masuk ke situ. Tidak bisa langsung eksekusi, perlu pengamanan,” kata Fiki.

Seperti diberitakan sebelumnya, sudah dua minggu terakhir, pasar yang lokasinya berdekatan dengan aliran Sungai Ciliwung itu terendam banjir.

Kepala Unit Pasar Jambu Dua Andrian Hikmatulah menjelaskan bahwa air yang masuk ke kios basement Blok A Pasar Jambu Dua bukan air dari Sungai Ciliwung. Air selokan itu tersumbat lantaran ada gorong-gorong yang rusak sejak Agustus 2017.

“Gorong-gorong ambrol, memang bukan karena Ciliwung yang meluap,” kata Andrian.

Air selokan yang menyumbat baru terjadi akhir-akhir ini, lantaran gorong-gorong yang ambruk itu kini diperparah dengan timbunan puing-puing. Hingga kini, gorong-gorong itu dibiarkan dengan kondisi ambruk. Karena, menurutnya perlu biaya besar untuk melakukan perbaikan. Sehingga, ke depan ia berencana hanya perbaikan sementara. “PDPPJ yang mau benerin, tapi hanya sementara,” tukasnya.(fik/c)

Komentar Anda

Baca Juga