Beranda Olahraga

Man City Sukses Rajai Liga Premier Inggris, Ini 4 Kunci Suksesnya

Manchester City sukses mengunci gelar juara Liga Premier Inggris musim 2017-2018.

RADAR BOGOR-Manchester City telah menyegel status juara Liga Primer Inggris musim 2017-2018. Hal tersebut mereka pastikan saat kompetisi baru berjalan 33 pekan.

Saat ini skuad didikan Pep Guardiola telah mengantongi 87 poin. Mereka unggul 16 angka dari Manchester United yang berdiri di posisi dua klasemen. Sisa lima pertandingan tak bisa dimanfaatkan MU untuk mengejar ketertinggalan. Sebab, poin maksimal yang bisa didapat Setan Merah hanya berjumlah 15 angka.

Keberhasilan ini tentunya lahir dari beberapa faktor. Berikut empat kunci sukses The Citizens dalam mengarungi Liga Inggris musim 2017-2018;

  1. Konsistensi Strategi

Sejak dipercaya menangani City pada musim panas 2016 lalu, Pep Guardiola sudah menerapkan strategi tiki-taka yang memang disukainya. Strategi tersebut sudah terbukti sukses di Barcelona dan Bayern Muenchen sehingga ia optimistis rencananya bakal berjalan dengan lancar.

Namun sayang, strategi tiki-taka tidak berjalan mulus di musim pertama Guardiola. Pada akhir kompetisi 2016-2017, City finis di peringkat tiga tertinggal 15 angka dari Chelsea yang menduduki singgasana.

Meski demikian, Guardiola ogah mengubah strateginya. Ia yakin filosofi tiki-taka akan membuahkan hasil manis di kemudian hari.

“Saya lebih baik pensiun jika permainan dengan mengandalkan penguasaan bola tak lagi membawa kemenangan. Sebab saya rasa tak ada jalan lain. Kadang cara yang Anda pilih tidak selamanya berjalan lancar. Tapi saya tidak akan mengubah filosofi ini, tidak akan,” ungkap Guardiola yang dilansir Soccerway beberapa waktu lalu.

Ketegasan Guardiola akhirnya membuahkan hasil manis di musim ini. Dengan strategi miliknya, City sukses menjadi juara dengan catatan sebagai tim tersubur dan minim kebobolan hingga pekan ke-33 Liga Primer Inggris.

  1. Pemain Cepat Plus Jenius

Strategi tiki-taka sangat membutuhkan keberadaan pemain cepat dan juga jenius. Di Barcelona, Guardiola begitu mengandalkan kecepatan dan kejeniusan dari seorang Lionel Messi. Selain itu ia punya dua gelandang cerdik yakni Andres Inietsa serta Xavi Hernandez.

Di Bayern Muenchen, kecepatan Arjen Robben, Franck Ribery, dan Kingsley Coman menjadi andalan Guardiola. Sementara sosok pemain jenius ada pada Thiago Alcantara yang direkrutnya dari Barcelona.

Di City, Guardiola memiliki dua pemain yang punya speed bagus. Mereka adalah Leroy Sane dan Raheem Sterling yang terbukti tampil brilian sepanjang musim ini. Lalu sebagai otak permainan, City memiliki David Silva serta Kevin De Bruyne. Kombinasi tersebut menjadi salah satu poin penting The Citizens dalam menjuarai Liga Inggris musim 2017-2018.

  1. Rombak Lini Belakang

Di musim pertamanya, Guardiola mengeluh karena stok pemain belakang City terbilang tua-tua. Menurutnya itu jadi alasan mengapa timnya sulit mempertahankan kemenangan baik di kancah domestik dan juga Eropa.

“Karena faktor usia, beberapa pemain tak lagi berada di level terbaiknya. Ini jadi masalah serius buat pertahanan tim,” ucap sang pelatih pada Sky Sports beberapa waktu lalu.

Alhasil, Guardiola merombak lini belakang City di musim panas 2017 lalu. Pablo Zabaleta (33 tahun), Aleksandar Kolarov (32 tahun), Gael Clichy (32 tahun), dan Bacary Sagna (34 tahun) dibiarkan pergi mencari klub lain. Sebagai gantinya, ia merekrut Kyle Walker, Benjamin Mendy, Danilo, plus Ederson Moraes yang bertugas sebagai penjaga gawang.

Tak berhenti sampai di situ, City kembali belanja pemain di bursa transfer Januari 2018. Kubu Manchester Biru mendatangkan Aymeric Laporte dari Athletic Bilbao. Dengan harga 57 juta pounds, Laporte jadi bek termahal kedua di dunia setelah Virgil Van Dijk.

  1. Kebijakan Transfer

Inilah alasan City dibenci oleh klub-klub lainnya di Negeri Ratu Elizabeth. Mereka menggunakan kekuatan uang demi mengubah tim dengan cara yang instan.

Guardiola sendiri tidak membantah anggapan tersebut. Ia secara terang-terangan mengakui kalau timnya tak akan juara bila tidak belanja besar-besaran di bursa transfer pemain.

“Ketika orang-orang mengatakan masalah ini, saya pikir itu memang benar. Saya adalah orang yang beruntung. Kami tidak mungkin melakukan ini tanpa uang. Itulah cara kami bermain,” ungkap Guardiola yang dikutip dari Soccerway.

Selama dua musim menangani City, Guardiola sudah menghabiskan 1 miliar euro (865,2 juta pounds) atau setara Rp 16,9 triliun. Uang sebanyak itu ia belanjakan untuk merekrut Leroy Sane, Marlos Moreno, John Stones, Ilkay Gundogan, Claudio Bravo, Gabriel Jesus, Ederson Moraes, Bernardo Silva, Benjamin Mendy, Kyle Walker, Danilo, serta Aymeric Laporte. (ysp)

Baca Juga