Beranda Berita Utama

Kondisi Suriah Pasca Serangan AS dan Sekutu

BERBAGI
RATA: Serangan pasukan AS dan sekutu membuat sejumlah bangunan penting di Distrik Barzah, Kota Damaskus, Suriah, rata dengan tanah.

SURIAH-RADAR BOGOR,Serangan Amerika Serikat beserta sekutunya, Inggris dan Prancis masih menyisakan asap di Distrik Barzah, Kota Damaskus, Suriah. Kemarin, serangan itu menyisakan puing-puing bangunan yang luluh lantak akibat rudal.

Dilansir Reuters, kondisi di sisa-sisa kompleks penelitian Suriah di Distrik Barzah masih menyisakan bau dan asap 10 jam setelah serangan, Sabtu (14/4). Fasilitas penelitian ini merupakan program rahasia senjata kimia pemerintah Suriah.

Serangan AS Cs salah satunya menyasar Pusat Penelitian ilmiah Suriah. Kompleks penelitian tersebut terletak di atas per­bukitan yang curam dan kering. Lokasinya berada di timur laut pusat kota Damaskus.

AS bersama sekutunya menyerang sejumlah lokasi di Suriah karena tudingan atas serangan kimia beracun oleh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad ke wilayah Ghouta, daerah yang merupakan benteng terbesar pemberontak melawan Assad.

Dipercayai, rezim Assad yang didukung oleh Rusia melepas senjata kimia sehingga membuat sejumlah nyawa warga Ghouta melayang beberapa waktu lalu. Inilah yang memicu AS bersama Inggris dan Prancis melakukan serangan.

Pusat penelitian Ilmiah di Barzah tak jauh dari Ghouta Timur, tempat terjadinya serangan kimia. Pihak pemerintah Suriah mengajak sejumlah media melihat sisa-sisa fasilitas penelitian ilmiah yang sudah diserang itu.

Kepala Departemen Polimer Pusat Suriah, Saeid Saeid mengatakan, gedung-gedung itu sebelumnya digunakan untuk meneliti dan membuat komponen obat yang tidak dapat diimpor. Dia mengklaim, salah satu yang tengah diteliti dalam program rahasia Rusia itu adalah obat untuk kanker dan antiracun.

Amerika Serikat sendiri menu­ding pusat penelitian ilmiah di Barzah tengah melakukan pengembangan, produksi dan pengujian senjata kimia serta biologi. AS mengatakan, 76 dari 115 total rudal telah ditembakkan ke lokasi ini.

“Berhasil menghancurkan tiga gedung Damaskus, salah satu wilayah kedirgantaraan yang paling dijaga di dunia,” sebut Direktur Staf Gabungan AS, Letjend Kenneth McKenzie.

Amerika Serikat pun mengan­cam akan kembali menyerang Suriah apabila serangan senjata kimia kembali dilakukan oleh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Ini menyusul serangan AS bersama sekutunya, Inggris dan Prancis.

“Kami yakin bahwa kami telah melumpuhkan program senjata kimia Suriah. Kami siap untuk mempertahankan tekanan ini, jika rezim Suriah cukup bodoh untuk menguji keinginan kami,” ujar Duta Besar AS Nikki Haley dalam sidang Keamanan PBB di New York seperti dilansir Reuters.

Setelah 10 jam pasca penyera­ngan, bau mesiu dan asap masih mengotori sisa-sia lima bangunan di Barzah yang hancur. Tampak hanya satu bangunan dan gerbang kompleks yang masih selamat, meski rusak berat. Sebagian besar bangunan telah hancur menjadi puing-puing. Beberapa masih dengan sudut yang tegak. Kemudian ada juga lempengan beton yang dulunya atap atau lantai, tergantung pada sudut yang aneh.

Terlihat sebuah bus yang diparkir di dekat bangunan hanya tinggal kerangka. Jendela-jendelanya pecah. Pohon-pohon palem tampak compang-camping, seolah telah kehilangan banyak daunnya. Di tengah-tengah puing di tepi kompleks itu terlihat buku-buku hangus, masker dan sarung tangan laboratorium, arsip, meja, paket kardus yang ditandai dengan nama obat-obatan, kursi-kursi, dan lembaran kertas yang ditiup angin.

Ada pula potongan-potongan jas lab hijau dan putih ter­gantung di dahan-dahan pohon. Jas-jas tersebut terhempas oleh ledakan dan kemudian terbawa angin. (dc)

Baca Juga