Beranda Berita Utama

Proyek LRT Depo Bekasi Terkendala Pembebasan Lahan

BERBAGI
MEGAPROYEK: Pembangunan LRT yang melintasi Cibubur-Cawang, terus dikebut hingga sekarang.

JAKARTA–RADAR BOGOR,Sebagian pembangunan proyek LRT (Light Rail Transit) milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk Depo Bekasi masih terkendala pembebasan lahan. Utamanya disebabkan oleh negosiasi harga lahan dengan warga yang belum menemukan titik temu.

Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto mengatakan saat ini pihaknya tengah dalam tahap negosiasi dengan warga. “Jadi tolong di support agar lancar. Ada harga, ada keberatan,” ujar Budi. Menurutnya, dari 10 hektar lahan yang digunakan untuk proyek LRT Depo Bekasi, sebanyak 5 hektar merupakan milik Adhi Karya.

Sisanya sebanyak 5 hektar adalah milik warga. “Penyelesaian bulan Mei-Juni,” imbuhnya. Pembangunan proyek LRT ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di sekitar ibukota seperti Jakarta, Bogor, Bekasi maupun Depok.

Proyek dengan panjang lintasan sepanjang 44,43 km ini rencananya akan selesai pada 2019. Budi memastikan pengerjaan proyek tersebut tidak akan mengganggu jalannya Asian Games 2018. Pihaknya akan mengatur penempatan pagar proyek, pengaturan lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said, pengaturan jam kerja dan jenis-jenis pekerjaan konstruksi yang masih diperbolehkan berlangsung selama pelaksanaan Asian Games 2018.

Selain itu, pemerintah juga memastikan interkoneksi jaringan transportasi masal agar proyek tersebut bisa efisien dan efektif.

“Dari pak Jusuf Kalla belajar dari Bangkok bahwa angkutan massal berbasis rel akan efektif penggunaannya apabila panjang jaringan minimal 100 km,” ujarnya. Untuk itu, proyek tersebut akan terintegrasi dengan LRT, MRT, KRL dan kereta bandara dan bertemu di Dukuh Atas.

Sehingga total panjang lintasannya akan mencapai 100 km. Saat ini perkembangan pengerjaan proyek LRT Jabodebek sudah mencapai 36,3 persen. Rinciannya adalah di jalur Cibubur-Cawang mencapai 58,4 persen, Cawang-Dukuh Atas mencapai 19,9 persen, Bekasi Timur-Cawang mencapai 32 persen. (vir)

Komentar Anda