Beranda Nasional

Pelunasan BPIH Mulai 16 April

BERBAGI
ilustrasi keberangkatan haji

JAKARTA–RADAR BOGOR,Setelah besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) reguler keluar bebe­rapa waktu lalu, Kemen­terian Agama (Kemenag) menetapkan jadwal pelunasan.

Untuk tahap pertama, peluna­san dibuka pada 16 April hingga 4 Mei. Kemudian jika masih ada sisa kuota, dibuka peluna­san tahap kedua pada 16 Mei–25 Mei.

Kasubdit Kemenag Noer Alya Fitra mengatakan, surat resmi dari Kemenag terkait pelunasan BPIH itu memang belum keluar. Namun, dia memastikan bahwa para calon jamaah mulai Senin depan (16/4) sudah bisa melunasi ongkos haji.

Pejabat yang disapa Nafit itu mengatakan, informasi soal besaran BPIH untuk masing-masing embarkasi sudah dilansir beberapa waktu lalu. Misalnya untuk embarkasi Surabaya, besaran BPIH dipatok Rp36 jutaan.

’’Kami berharap calon jamaah haji sudah siap untuk melakukan pelunasan,’’ tuturnya kemarin (13/4).

Nafit mengatakan, Kemenag sudah berkoordinasi dengan bank penerima setoran (BPS) terkait mulai dibukanya masa pelunasan itu. Dia berharap selama proses pelunasan BPIH, tidak ada gangguan dalam sistem perbankan yang langsung tersambung ke Siskohat (sistem komputerisasi haji terpadu) Kemenag.

Selain itu dia menjelaskan jika nanti sampai pelunasan tahap pertama ditutup masih ada sisa kuota, bakal dibuka pelunasan tahap kedua. Kemenag sudah menetapkan bahwa pelunasan tahap kedua digelar pada 16 Mei–25 Mei. Dia menjelaskan, salah satu penyebab sisa kuota bisa dari CJH yang dinyatakan tidak istitha’ah (mampu) dari sisi kesehatan.

Sebelumnya, Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj) Kemenkes sudah menetapkan ada 226 CJH berhak lunas yang tidak layak berhaji karena tidak memenuhi syarat istitha’ah. Nafit mengatakan Kemenag tidak lantas mengganti nama 226 CJH yang dipastikan tidak bisa berangkat itu.

’’Kursi yang tidak berangkat, termasuk karena istitha’ah kesehatan akan menjadi sisa kuota. Dan diisi pada pelunasan tahap kedua,’’ jelasnya. Kriteria lain CJH yang berhak masuk pelunasan tahap kedua adalah mereka yang mengalami kegagalan sistem saat pelunasan tahap pertama.(wan/agm)

Komentar Anda

Baca Juga