Beranda Berita Utama

Telanjang Dada Prabowo Jadi Viral

BERBAGI
VIRAL: Aksi telanjang dada Prabowo yang diarak kader menjadi perbincangan warganet, kemarin.

JAKARTA–RADAR BOGOR,Kepastian Prabowo Subianto untuk menerima mandat sebagai calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), juga memunculkan kejutan tambahan.
Aksi telanjang dada Ketua Umum Partai Gerindra yang diarak sejumlah kader muda itu juga menambah viral kepastian Prabowo untuk maju capres. Alhasil, aksi tersebut juga dikait-kaitkan dengan aksi telanjang dada yang dilakukan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Gaya Prabowo yang diarak usai gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra terekam dalam sebuah video telepon seluler. Dalam video itu, tampak Prabowo digotong sejumlah kader muda Partai Gerindra, setelah memastikan menerima mandat untuk maju sebagai capres. Aksi itu menjadi viral setelah tersebar di berbagai media sosial dan media online.

Saat dikonfirmasi, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria membantah jika aksi telanjang dada Prabowo itu dilakukan meniru Putin. Menurut dia, hampir setiap hari kediaman Prabowo di Bojongkoneng, Gunungputri menggelar diklat kepada pemuda. Mereka diberi materi terkait ideologi partai dan materi kebangsaan. ”Para kader juga dilatih fisik dan mental, untuk memberi jiwa korsa,” ujarnya saat dihubungi.

Kaitan dengan itu, Riza menyebut bahwa arak-arakan kader muda Gerindra itu terjadi usai apel kader dan Rakornas. Usai acara, Prabowo turun langsung untuk memberi salam satu persatu para kader yang mencapai ribuan.

”Kebetulan saat itu memang ada atraksi kader laki-laki yang telanjang dada, pas Prabowo salam-salam, minta buka telanjang dada. Itu kan tradisi militer,” jelas Riza.

Sahutan para kader untuk meminta Prabowo telanjang dada disanggupi. Jadilah Prabowo saat itu diarak dan diarahkan ke mobil untuk kembali. Riza menyebut aksi itu adalah bentuk solidaritas, karena para kader telah berminggu-minggu bersama mengikuti diklat.

”Itu juga menunjukkan beliau punya jiwa semangat yang tinggi, dengan kondisi yang fit dan siap,” jelasnya.

Menurut Riza, jika ada pihak yang mengaitkan dengan Putin, dia menilai hampir semua jenderal militer juga melakukan aksi itu. Dalam satu kesempatan, pasti ada momen kebersamaan seorang pemimpin digotong dan diarak.

”Itu berarti pemimpin itu didukung penuh oleh pasukannya,” jelasnya.

Meski begitu, Riza menilai bahwa sosok Putin juga merupakan tokoh dunia sekaligus presiden yang luar biasa. Putin merepresentasikan sosok pemimpin yang disukai rakyatnya, sehingga bisa terpilih sebagai Presiden, setelah sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri.

”Insyaallah pak Prabowo bisa seperti Putin. Berpihak pada masyarakat banyak, kaum lemah, dan mementingkan masyarakat, bangsa dan negara,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat gelar Panglima Perang dari suku Asmat Papua. Pemberian gelar ini dilakukan saat Jokowi tiba di Pelabuhan Agats, Asmat, Papua, kemarin.

Upacara penyambutan ini sekaligus mengukuhkan Jokowi sebagai Kambepit atau Panglima Perang Asmat. Pemberian gelar ini dilakukan oleh tetua adat adat Asmat.

“Besar harapan kami, Bapak Panglima Perang membawa masa depan yang lebih baik,” kata Wakil Bupati Asmat, Thomas E Safano, saat menerjemahkan pesan dari tetua adat Suku Asmat di Pelabuhan Agats, Asmat, Papua.

Dalam pemberian gelar ini, Jokowi juga menerima dayung berhias dan noken khas suku Asmat. Dayung tersebut dimaksudkan sebagai simbol kepemimpinan panglima perang dalam mendayung perahu rakyat suku Asmat.

“Kami serahkan noken dan dayung berhias ini. Dayung adalah simbol kepemimpinan. Agar Bapak Presiden dapat mendayung kapal republik ini ke arah yang lebih baik,” ucap Thomas.(bay/net)

Baca Juga