Beranda Politik

Warga Bogor Sudah Punya Pilihan

ANTUSIAS: Paslon di Pilwalkot Bogor Bima Arya-Dedie Rachim kerap menjadi ’’buruan’’ warga, terutama para kaum ibu untuk curhat atau sekadar berselfie.IST

BOGOR-RADAR BOGOR,-Elektabilitas pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bogor, Bima Arya-Dedie A Rachim melesat jauh mengungguli kompetitornya. Pada survei Charta Politika Indonesia yang dilakukan pada 1 – 5 Maret 2018 dengan 400 responden dari enam kecamatan di Kota Bogor, elektabilitas pasangan Bima-Dedie tembus di angka 61,0 persen. Survei tersebut meng­gunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error kurang lebih (4,9%) pada tingkat kepercayaan 95%.

”Paslon lainnya yakni Achmad Ru’yat-Zaenul Mutaqin memperoleh 14,8 persen, Edgar Suratman-Sefwelly 3,8 persen, dan Dadang Danubrata-Sugeng Teguh Santoso 2,5 persen saja,” ungkap Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya kepada pewarta dalam konferensi pers di Hotel Royal Pajajaran, Kota Bogor, kemarin (11/4).

Tingkat elektabilitas Bima-Dedie bersumber dari berbagai hal, di antaranya kepuasan warga Kota Bogor terhadap kepemimpinan Bima Arya-Usmar Hariman. Survei Charta Politika Indonesia menyebut 78,5 persen warga Kota Bogor puas akan kepemimpinan Bima. Sedangkan sisanya, 18,8 persen, merasa tidak puas.

”Angka ini malah sangat tinggi kalah survei dengan Ridwan Kamil, Risma atau Ahok. Jokowi saja waktu jadi Gubernur DKI hanya 65 persen,” kata pria yang akrab disapa Toto tersebut.

Tingkat kepuasaan itu paling besar dirasakan masyarakat Bogor Selatan dan Bogor Timur. Meski merasa puas, kata Toto, ada sejumlah aspek persoalan yang masih kental dirasakan oleh masyarakat Kota Bogor. Salah satunya harga kebutuhan pokok.

”Persoalan yang paling utama dihadapi adalah harga kebutuhan pokok, pasti nomor satu di semua wilayah. Kecenderungan survei ada bias ekonomi, dibanding politik dan keamanan,” jelasnya.

Toto juga menjelaskan, ada dua program Bima Arya kala menjabat sebagai wali kota Bogor yang sangat mendominasi. Yakni renovasi Taman Sempur dan ruang terbuka hijau serta pedestrian. ”Menurut saya, itu simbol dari incumbent sekarang,” katanya.

Meski demikian ada sejumlah program Bima Arya yang perlu diperbaiki lagi agar lebih dikenal masyarakat Kota Bogor. ”Masih ada PR yakni beasisswa guru, tingkat pengenalannya sangat rendah sekali, gerakan antimiras juga,” tukasnya.

Pertama, (78.5%) masyarakat mengaku puas terhadap kenerja Pemerintah Kota Bogor di bawah kepemimpinan Bima Arya Sugiarto-Usmar Hariman. Kedua, program yang paling dianggap bermangfaat bagi warga Kota Bogor ketika Bima Arya Sugiarto memimpin adalah renovasi taman kota (61,3%). Ketiga, jumlah masyarakat yang me­nginginkan Bima Arya Sugiarto untuk terpilih kembali adalah 59,0%.

Di sisi lain, untuk elektabilitas tertutup, pasangan Bima Arya Sugiarto-Dedi A. Rachim memperoleh 61.0%, Achmad Ru’yat-Zainul Mutaqin memperoleh 14,8%. Disusul kemudian oleh pasangan Edgar Suratman-Sefwelly Gianyar Djoyoningrat (3,8%) dan pasangan Dadang I.

Danubrata-Sugeng Teguh Santoso (2,5%). Responden yang belum menentukan pilihan sebanyak (18,0%). Hal Ini menunjukkan elektabilitas pasangan Bima Arya
Sugiarto-Dedi A. Rachim sangat dominan dan meninggalkan jauh lawan-lawannya,” bebernya.

Kemudian, di Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Tengah, pasangan Bima-Dedie unggul, bahkan sangat dominan di atas pasangan lainnya.(gal/ric/**)

Baca Juga