Beranda Berita Utama

Pelajar Cibinong Tewas saat Study Tour

BERBAGI
ILUSTRASI

YOGYAKARTA–RADAR BOGOR,Kegiatan study tour SMP Citra Nusa, Cibinong, Kabupaten Bogor berujung maut. Salah seorang siswa, Muhammad Raiyhan Asyidiq (14) tewas di kolam renang hotel, Jalan Laksda Adisucipto, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, kemarin (11/4).

Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat siswa SMP Citra Nusa, Cibinong, study tour atau kini disebut outing class ke Yogyakarta. Rombongan berangkat sejak Senin (9/4) tiba di Hotel Sri Wedari pada Selasa (10/4) pukul 19.00 WIB.

Kapolsek Depok Barat, Kompol Sukirin Haryanto mengatakan, pada Rabu (11/4) sekitar pukul 06.00 WIB, korban berenang bersama teman-temannya di kolam renang hotel sedalam 3 meter. Saat itu, korban warga Puri Nirwana 3, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, sempat akan tenggelam tetapi mendapat pertolongan teman-temannya.

“Korban sudah hampir tenggelam,” ujarnya. Karena akan melanjutkan perjalanan wisata, teman-teman korban kembali ke kamar hotel untuk ganti baju. Sedangkan korban memilih masih tetap di kolam renang.

Selanjutanya, kata dia, hingga pukul 07.30 WIB, korban belum juga kembali ke kamar. “Ada laporan dari pegawai hotel yang menemukan korban tenggelam di kolam,” imbuh Haryanto.

Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada petugas Polsek Depok Barat. Tak lama kemudian, polisi tiba di lokasi dan melakukan identifikasi. Jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kalasan, Sleman.

Menurut Haryanto, dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Sleman korban diduga tewas karena tenggelam di kolam. Namun, hingga kini polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Di tempat terpisah, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sudah mengetahui terkait kejadian yang menimpa siswa SMP Citra Nusa, Cibinong. Meski demikian, Disdik mengaku, tak banyak sekolah swasta yang melaporkan tentang kegiatan study tour mereka.

“Sebetulnya kami itu hanya sifatnya imbauan kepada sekolah-sekolah untuk kegiatan di luar pembelajaran. Disposisi kami hanya memantau, tetapi tetap kami koordinasi dengan sekolah untuk berhati – hati,” kata Kepala Bidang (Kabid) SMP pada Disdik Kabupaten Bogor, Hidayat.

Sekolah swasta, diakui Hidayat, jarang ada yang memberitahukan tentang kegiatan di luar sekolah mereka kepada Disdik. “Kalau negeri rata-rata memberitahukan. Swasta hanya satu dua saja,” tambahnya.

Namun, kata Hidayat, hal itu akan menjadi acuan ke depan untuk mendata informasi mengenai kegiatan sekolah. Imbauan terus diberikan bahwa kegiatan study tour jangan mengganggu kegiatan sekolah.

“Kalau toh kelas 7 atau 8 yang melakukan kegiatan, maka kelas yang lainnya jangan. Harap diperhatikan tentang keselamatannya, dan jangan pernah memberatkan. Itu sudah kami sampaikan,” tukasnya.(dka/c)

Komentar Anda

Baca Juga