Beranda Metropolis

Lima Jalan Raya Rawan Kecelakaan

BERBAGI
KECELAKAAN: Jalan Pajajaran menjadi salah satu jalan rawan kecelakaan (Sofyansah/Radar Bogor)

BOGOR–RADAR BOGOR,Kecelakaan lalu lintas tidak hanya terjadi di Jalan Sholeh Iskandar, dengan angka kecelakaan mencapai 32 motor dalam sepekan. Dari data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota juga, ada empat jalan raya lainnya yang juga rawan kecelakaan.

Yaitu Jalan Pajajaran, kawasan Air Mancur Jalan Sudirman, Jalan Kapten Muslihat, dan Jalan Raya Tajur.

Seperti yang disampaikan Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramastyo Priaji, saat ditemui Radar Bogor, Selasa (10/4). Menurutnya, jalan raya yang rawan kecelakaan, yakni di Jalan Pajajaran, Air Mancur, Jalan Sudirman, Sholeh Iskandar, Kapten Muslihat, dan Jalan Raya Tajur.

Polresta Bogor Kota mencatat, jumlah kecelakaan di wilayah Kota Bogor selama beberapa tahun terakhir terbilang besar.

Dari Januari hingga 28 Desember 2016, terjadi 145 kasus kecelakaan yang mengakibatkan 38 korban meninggal dunia, 80 orang luka berat, dan 114 orang luka ringan.

Kompol Bramastyo Priaji mengatakan, jumlah angka kecelakaan tersebut merupakan kalkulasi kasus kecelakaan yang berada di seluruh ruas jalan di Kota Bogor.

“Jumlah itu meningkat dari tahun 2015, di mana tercatat korban meninggal sebanyak 27 orang, 22 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan,” paparnya.

Dari seluruh rangkaian kasus kecelakaan itu, Satlantas Polresta Bogor Kota mencatat peningkatan lebih dari 100 persen kasus tabrak lari.

“Tahun ini sebanyak 39 kasus, padahal tahun lalu hanya 12 kasus,” ungkapnya. Akibat kecelakaan lalu lintas, tercatat kerugian material pada tahun ini mencapai Rp320.100.000. Jumlah ini menurun dari tahun lalu yang totalnya mencapai Rp340.000.000.

Sebagian kasus kecelakaan, kata Bram, ada yang berhasil ditangani melalui perdamaian antara pihak yang bertikai. Jumlahnya pun sedikit meningkat dari tahun lalu. Adapun, kasus yang diselesaikan secara musyawarah selama 2016 berjumlah 89 kasus, sedangkan pada 2015 jumlahnya 71 kasus.

Dengan meningkatnya angka kecelakaan yang cukup signifikan dari tahun lalu, ia berharap, pada tahun-tahun mendatang angka kecelakaan dapat menurun tahun ini. Dia pun berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Bogor, agar selalu waspada dan berhati-hati setiap bepergian.

“Dengan jalan yang lurus, mulus, dan lebar, jangan menjadikan kita lalai dan kurang awas, keselamatan tetap harus diutamakan. Tetap jaga jarak aman dan fokuskan pandangan,” tuturnya.

Terkait kecelakaan karena faktor kerusakan jalan, menurut Kabid Pemeliharaan Dinas PUPR Kota Bogor Daud Arsandi, tahun ini ada 76 ruas jalan yang harus diperbaiki dan mendapat pemeliharaan. Karena itulah, pemkot menganggarkan sebesar Rp7 miliar untuk perbaikan jalan-jalan itu di 2018. Mulai dari kerusakan ringan hingga berat.

“Ada 76 ruas jalan yang ditangani Bidang Pemeliharaan dari Januari hingga April,” ujar Daud.

Lanjut Daud, ruas jalan tersebut akan bertambah seiring perkembangan kondisi jalan. Daud menjelaskan, perawatan terbagi beberapa penanganan. Mulai yang bersifat berkala dan pemelihataan rutin bersifat insidental. Kedua, ada paket peningkatan dan paket pemba­ngunan.

“Kami menangani kerusakan pada jalan,” ujarnya kepada Radar Bogor. Dari 76 ruas jalan itu, total panjangnya 675 kilometer dengan biaya anggaran Rp7 miliar.

Daud menjelaskan, kerusakan ditangani mulai dari kerusakan terkecil. Beberapa kendala sering kali dihadapi dinasnya, misalnya terkait perawatan jalan. Cuaca hujan terus-menerus menyebabkan perbaikan terganggu. Selain itu, kemacetan kerap menghambat penanganan perawatan pada jalan.(fik/c)

Komentar Anda

Baca Juga