Beranda Olahraga All Sport

City Tersingkir dengan Hormat

BERBAGI
SENGIT : Pemian Liverpool Mo Salah, terlibat duel dengan pemain Manchester City, Vincent Kompany.

MANCHESTER–RADAR BOGOR,Manajer Manchester City cukup belajar banyak dari kekalahan di leg pertama kontra Liverpool pekan lalu. Pep Guardiola menya­dari pentingnya gol-gol di menit awal. Dan, hal ini juga dipahami oleh seluruh skuat City di laga kedua perempat final Liga Champions, Rabu (22/4) dini hari tadi.

Terbukti, la­ga baru berjalan seki­tar satu menit sudah tercipta gol dari kaki Gabriel Jesus. Dia memanfaatkan um­pan mendatar yang diki­rim Rahim Steerling dengan akurat. Sepakan Jesus meng­arah dengan tepat ke sisi gawang yang tidak terjangkau Karius.

City belum puas dengan gol yang dicetak Jesus. Berbagai upaya dilakukan untuk menam­bah gol. Namun, tak banyak peluang yang mereka ciptakan mampu memberikan ancaman berarti bagi gawang Liverpool.

Di babak petama praktis bola lebih banyak dikuasai skuat Man City. Liverpool lebih fokus menjaga pertahanan mereka dari gempuran Leroy Sane dan kawan-kawan. Meskipun, tendangan yang dilakukan skuad Guardiola ini lebih banyak yang melenceng dibanding tepat mengarah ke gawang.

Lima menit jelang turun minum serangan City mulai lebih tajam. Sebuah tendangan Bernardo Silva sempat mengenai tiang gawang Liverpool. Menit 43, Leroy Sane sempat mencetak gol. Namun dibatalkan wasit karena posisi Sane dianggap telah lebih dulu offside.

Putusan wasit Antonio Mateu Lahoz ini mengundang reaksi keras dari Guardiola. Dia melakukan protes secara berlebihan. Hasilnya, Guardiola pun diusir wasit dari pinggir lapangan.

Kondisi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Liverpool. Skuat The Reds mulai bangkit di babak kedua. Mereka tak lagi fokus menjaga pertahanan.

Babak kedua baru berjalan 10 menit, Sadio Mane mampu mene­ro­bos pertahanan City hingga ke kotak penalti. Sane sempat terjatuh dan bola lepas dari penguasaannya. Mo­ha­med Salah yang tepat berada di belakang Mane tak membiarkan kesempatan lepas begitu saja. Dengan sedikit sontekan, bola pun masuk ke dalam gawang City.

Gol ini membangkitkan kepercayaan diri pasukan Jurgen Klopp. Sejumlah serangan mampu dirancang dengan baik. Meski jumlahnya memang masih kalah banyak dibanding serangan pasukan The Citizens.

City sendiri terus berupaya menambah gol mereka. Namun inilah yang menjadi bencana bagi pasukan Manchester Biru. Sebuah serangan balik Liverpool membuat Firmino lepas dari kawalan dan melakukan tendangan ke tiang jauh. Liverpool berbalik unggul 2-1.

Di sisa waktu, City tetap berusaha men­cetak gol. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tajam dan solidnya pertahanan Liverppool membuat semua upaya tersebut tak mampu membuahkan hasil.

”Saya sedikit lebih suka babak kedua di Anfield dibanding babak pertama di sini. Tapi anak-anak makin dewasa. Kami mendapat hari baik, kami bisa kalahkan semua tim. Kami sebenarnya masih dalam fase perkembangan, tapi kami sudah menjadi sebuah tim yang bagus,” ungkap Klopp usai laga di uefa.com.

Liverpool pun lolos ke semifinal dengan agregat 5-1. The Reds kini akan berupaya meraih titel Liga Cham­pions ke-6 mereka. Sementara bagi City, ini menjadi kekalahan ketiga mereka secara beruntun dalam satu pekan terakhir.(jpg/dkw/bbc)

Komentar Anda