Beranda Politik

Butuh Wali Kota Pencetak Lapangan Kerja

BERBAGI
RILIS: Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya memaparkan hasil survei elektabilitas paslon pada Pilwalkot Bogor di Hotel Royal Pajajaran, Kota Bogor, kemarin (10/4). (Wulan/Radar Bogor)

BOGOR–RADAR BOGOR,Masyarakat Kota Hujan memilih calon wali kota dan wakil wali ­kota bukan tanpa alasan. Pilihan mare­ka akan dijatuhkan pada calon yang bisa melakukan suatu hal seperti yang mereka inginkan. Dari survei Char­ta Politika Indonesia, setidaknya ada tiga poin penting kriteria calon wali kota yang diinginkan masyarakat.

Pertama, wali kota yang bisa men­ciptakan lapangan pekerjaan. Data hasil survei menunjukkan angka 17,3 persen untuk kriteria ini. Selanjutnya, calon yang bisa mengen­dalikan harga kebutuhan pokok sehingga membuat harga sembako murah. Persentasenya seba­nyak 14 persen. Lalu yang ketiga, calon yang mampu mengatasi kema­cetan dengan persentase 5,5 persen.

”Lapangan kerja baru dan sembako murah merupakan program-program yang diinginkan masyarakat Kota Bogor,” ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya saat menyampaikan hasil survei elektabilitas calon wali kota dan waki wali kota Bogor di Hotel Royal Pajajaran, kemarin (11/4).

Terkait sisi persoalan yang paling mendesak yang dihadapi warga, mayoritas mereka menginginkan wali kota yang mampu mengatasi kemacetan, penyediaan sembako murah, dan perbaikan infrastruktur jalan.

Adapun sisanya menginginkan wali kota yang mampu mengatasi permasalahan publik seperti banjir, drainase yang tidak terawat dan buruknya pelayanan publik.

”Memang, selain kemacetan, persoalan yang paling pokok dihadapi warga ada harga kebutuhan pokok. Ini pasti terjadi di semua wilayah. Kecenderungan survei ada bias ekonomi, dibanding politik dan keamanan,” jelasnya.

Adapun survei ini dilakukan pada 1-5 maret 2018 melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Sebanyak 400 responden dilibatkan yang tersebar di Kecamatan Bogor Barat, Selatan, Tengah, Timur, Bogor Utara, hingga Kecamatan Tanah Sareal.

Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error kurang lebih (4,9 persen) pada tingkat kepercayaan 95 persen.(ind/gal)

Baca Juga