Beranda Ekonomi

Bank Syariah Perlu Penguatan Modal

BERBAGI
PELAYANAN: Suasana pelayanan di salah satu BRI Syariah. Perbankan syariah dinilai perlu ada penguatan modal.

JAKARTA–RADAR BOGOR,Perbankan syariah dinilai perlu melakukan pe­nguatan permodalan. Sebab, pe­nebalan modal akan men­dorong ekspansi bisnis per­ban­kan syariah dan menge­­jar ketertinggalan dari perban­kan konvensional.

Direktur Utama BRI Syariah, Moch Hadi Santoso menga­ta­­­kan, pertumbuhan kinerja in­dustri syariah memang tidak sece­pat industri konvensio­nal. Hal terse­but dikarenakan bank-bank syariah modalnya terbatas.

Saat ini, baru satu bank masuk kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III, kebanyakan masuk BUKU II dan BUKU I juga masihbanyak. “Artinya, modal mereka kecil, sehing­ga kewenangan-kewenangan atau untuk ekspansi yang besar ti­dak bisa,” kata Hadi kepada war­tawan di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pekan lalu.

Hadi menambahkan, meski­­pun program pemerintah saat ini sangat besar, bank sya­riah be­lum bisa berpartisipasi seca­ra mak­simal. Sebab, kewena­ngan untuk ekspansi masihterbatas.

Terlebih bagi bank BUKU I dan II. Misalnya bank BUKU I dan II belum bisa menjadi bank kustodian, belum bisa menjadi wali amanat untuk trusty, dan belum bisa membuka kantor cabang di luar negeri. “Dengan menjadi BUKU III, bisnis kami akan lebih leluasa sehingga bisa melayani masya­rakat lebih luas,” kata Hadi.

BRI Syariah menargetkan menjadi bank BUKU III pada tahun ini. Salah satu upayanya melalui penawaran umum perdanan saham atau initial public offering (IPO).

Sesuai ketentuan regulator, bank BUKU III memiliki modal inti minimal Rp5 triliun. Saat ini, modal inti BRI Syariah sebesar Rp3,4 triliun.

Nantinya, setelah menjadi BUKU III, BRI Syariah akan mem­perluas bisnis. Salah satunya wali amanat trusty. “Se­benarnya kami sudah punya izin. Tapi karena masih BUKU II, jadinya belum bisa di­ope­rasionalkan,” ujarnya.

Selain itu, potensi keuangan syariah juga masih banyak yang bisa dikembangkan. Antara lain, pengelolaan dana haji, zakat, wakaf, infak dan sedekah. Dari sisi industri syariah, potensinya antara lain busana muslim, industri halal seperti makanan, kosmetik dan obat, serta pariwisata halal.

Di sisi lain, tahun ini BRI Sya­riah juga meningkatkan eks­pansi kantor cabang. Saat ini, jumlah kantor cabang BRI Sya­riah sebanyak 54 unit dan 270 unit kantor cabang pembantu.(net)

Baca Juga