Beranda Olahraga Arena

Honda: Kami Minta Maaf!

BERBAGI
INSIDEN: Valentino Rossi terjatuh akibat lintasannya dipotong Marc Marquez di MotoGP Argentina, Senin (9/10) dini hari WIB.

TERMAS DE RIO HONDO – RADAR BOGOR,Manajer Repsol Honda, Alberto Puig membela rider-nya, Marc Marquez, yang terlibat insiden senggolan dengan Valentino Rossi dalam balapan MotoGP Argentina di Termas de Rio Hondo, Senin (9/4).

”Kami minta maaf untuk Valentino, tapi itu adalah insiden balapan dan saya harap dia bisa mengerti,” tutur Puig seperti dikutip dari laman GPOne.

Puig menjelaskan, semua insi­den yang terjadi pada Marquez di MotoGP Argentina, berawal dari grid, sejak garis start.

”Saya pikir itu adalah hari yang sangat rumit bagi Marc. Kami bahkan tidak mengerti apa yang terjadi di grid. Dengan 23 pembalap di belakangnya dengan mesin mereka, dia ingin mendapatkan dirinya ke posisi yang paling aman. Dia berpikir bahwa para marshal akan menyuruhnya untuk kembali ke posisi,” kata Puig.

”Marc melakukan apa yang dia pikirkan saat itu. Sementara Race Direction harus memu­tuskan berdasarkan gambar yang dilihatnya di monitor, yang tidak mudah. Juga, aturan terkadang dapat ditafsirkan dari sudut pandang yang berbeda. Tidak ada yang (keputusan) tegas saat itu,” imbuhnya.

Episode berikutnya saat insiden dengan Aleix Espargaro. Puig percaya dengan penjelasan Marquez, bahwa dia datang dengan sangat cepat mendekati Espargaro.

”Sementara dengan Valentino, Anda bisa dengan jelas melihat dari gambar yang melalui sudut itu ada deretan air di sepanjang garis lomba. Roda depan Marc terkunci dan dia harus keluar dari rem, dia punya ruang, tapi sayangnya dia menyentuh Valentino yang kemudian jatuh. Kami sangat prihatin atas apa yang terjadi tetapi itu adalah insiden balapan,” ujarnya.

Puig meminta semua pihak mengerti. Dalam situasi itu, semua memiliki pandangan masing-masing.

”Kami percaya apa yang dikata­kan Marquez. Kami yakin Valentino adalah pengendara yang sangat berpengalaman dan tahu bahwa hal-hal tertentu terjadi di balap terutama ketika ada kondisi trek yang sulit,” tuturnya.

”Kami sangat prihatin atas apa yang terjadi, tetapi di sisi lain, kami tidak menganggap pengendara kami di luar kendali. Itu adalah insiden lomba di lintasan yang sangat licin karena kondisinya,” imbuh Puig.

Marquez pun menyesal dan berusaha minta maaf. ”Ya, saya mengerti kenapa Yamaha dan Valen­tino marah. Setelah bala­pan, ketika Marc datang ke pit, hal pertama yang dia katakan adalah dia ingin pergi dan meminta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi. Kami pergi bersamanya dan mereka (awak Yamaha) meminta kami pergi,” ujarnya,

”Saya memahami reaksi mereka. Kami tidak bisa berbuat lebih banyak untuk saat ini, saya hanya berharap mereka memahami dan menerima permintaan maaf kami untuk sesuatu yang kami yakin bukan disebabkan oleh kesalahan pengendara (Marquez),” tukas Puig.(adk/jpnn)

Baca Juga